Wanita Lebih Sering Membeli Gadget daripada Pria

  • Kamis, 18 September 2014 15:01 WIB

TabloidNova.com - Dengan membanjirkan produk-produk gadget yang mengatasnamakan gaya hidup, rasanya saat ini sulit menemukan orang yang tak menggunakan gadget dalam hidup sehari-hari. Tak terkecuali, kaum wanita. Bahkan, wanita lebih sering membeli gadget daripada pria. Ini mematahkan stereotip yang telah berjalan selama ini, bahwa pria lebih sering membeli gadget ketimbang wanita.

Menurut laporan Mashable, yang mengutip hasil penelitian dari firma Parks and Associates, kaum perempuan telah melewati "prestasi" kaum lelaki dalam hal membeli gadget. Perempuan menunjukkan minat yang lebih besar daripada laki-laki dalam membeli tablet, laptop, dan smartphone, sementara laki-laki lebih cenderung membeli televisi layar datar.

Pria dari "sononya" memang sudah didorong untuk menggunakan teknologi, namun rupanya saat ini telah terjadi perubahan fungsi teknologi dari sisi perilaku wanita. Perubahan ini, menurut penelitian tersebut, berakar dari psikologi manusia, sosialisasi, dan sejarah. Dengan kata lain, perbedaan psikologis dan sosial di antara pria dan wanita diyakini menjelaskan hubungan baru mereka terhadap teknologi.

Perempuan makin sering berperan dan membeli teknologi karena kemampuannya meningkatkan pilihan gaya hidup. Misalnya, dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sekarang ini, perempuan lebih suka memainkan game online di situs-situs media sosial seperti Facebook.

Tetapi mengapa gadget dengan teknologi barunya lebih memikat wanita daripada pria? Dalam sebuah studi yang digelar oleh Wharton University, perempuan telah menanamkan cara belanja yang merefleksikan nilai-nilai yang berbeda dari pria. Nilai-nilai itu untuk menunjukkan kepedulian wanita terhadap pria, yaitu karena wanita sering disebut pembelanja yang lebih baik, maka mereka cenderung membelikan barang-barang untuk pasangan mereka (meskipun mereka sendiri tidak menggunakannya).

Alasan lainnya melibatkan teknik marketing yang digunakan. Contohnya, kampanye marketing dari majalah yang menggambarkan wanita yang mencari gadget melalui iklan yang telah tersegmentasi. Ditunjukkan seperti apa gadget tersebut, seperti tablet, kamera saku, smartphone, dan lain sebagainya. Benda-benda ini merefleksikan pola perilaku seperti yang dibahas dalam laporan Wharton mengenai psikologi perilaku dan kecerdasan berbelanja antara fungsi produk dan gaya hidup.

Terlepas dari itu semua, teknologi dalam bentuk gadget memang membuat hidup kita lebih mudah. Produk-produk gadget berteknologi tinggi saat ini mengubah cara kita berkomunikasi, menikmati hiburan, menghasilkan foto yang bagus, membersihkan rumah, dan hampir semua bagian dari rutinitas harian kita. Gadget-gadget itu dapat dioperasikan dengan mudah, sehingga kita tidak membutuhkan seorang ahli untuk memasangnya. Tugas-tugas kita sebagai wanita jadi sangat ringan, kita pun jadi terkesan nggak gaptek-gaptek amat.

Perempuan lebih sering chatting dan main game
Perempuan makin banyak menggunakan ponsel untuk alasan-alasan sosial, seperti mengirim pesan SMS atua email, untuk membina hubungan dan ngobrol lebih mendalam. Studi dari Baylor University's Hankamer School of Business menunjukkan hampir 60 persen mahasiswa tak bisa lepas dari ponselnya.

"Mahasiswi di universitas menghabiskan rata-rata 10 jam sehari dengan ponselnya, sedangkan para mahasiswa hampir 8 jam. Penggunaan ponsel yang berlebihan ini bisa meningkatkan risiko terganggunya hasil belajar mereka," tutur James Roberts dari Baylor University's Hankamer School of Business.

Jika dirinci, para responden paling sering menghabiskan waktu untuk SMS-an (94,6 menit sehari), mengirim email (48,5 menit), mengakses Facebook (38,6 menit), browsing internet (34,4 menit), dan mendengarkan musik (26,9 menit).

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×