Indahnya Tanaman Merambat

  • Rabu, 6 Juli 2011 17:27 WIB

Tanaman Merambat 1

"Hom Scoldia (Foto: Ahmad Fadilah) "

scheflera Variegata

"Scheflera Variegata (Foto: Ahmad Fadilah) "

Srophantus Persuii

"Srophantus Persuii (Foto: Ahmad Fadilah) "

Secara umum, ada dua jenis tanaman merambat, yakni tanaman merambat semi berkayu dan tanaman merambat yang tidak berkayu. Kelebihan tanaman merambat semi berkayu adalah bisa dibuat sebagai taman untuk pergola, bisa juga dibuat sebagai tanaman perdu, tanpa harus ada penopang. "Pangkal batangnya bisa membesar seiring usianya," kata Cecep S. Darma, SP dari Sekar Gemati Nursery and Agrotourism, Cidahu, Sukabumi. Sementara tanaman merambat non berkayu butuh penopang untuk perambatan.

Tanaman merambat juga membutuhkan pemangkasan, karena pola tumbuhnya yang menjulur. Tapi, tentu pemangkasan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk tanaman merambat semi berkayu, pemangkasan relatif lebih jarang karena pertumbuhannya lebih lambat dibanding tanaman tidak berkayu. Rata-rata 3-6 bulan sekali, tergantung jenis tanaman dan kebutuhan.

Penyiraman juga disesuaikan dengan cuaca dan lokasi. "Indikasi apakah tanaman butuh penyiraman sebetulnya mudah. Cukup masukkan tangan ke dalam media tanam. Jika terasa lembap dan dingin, tidak usah disiram. Atau, ambil tanahnya lalu peras. Kalau masih terasa ada airnya, tak usah disiram," lanjut Cecep.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×