Renovasi Rumah, Pilih Arsitek atau Tukang?

  • Selasa, 20 Mei 2014 11:00 WIB

griya

"Foto: Daniel Supriyono / NOVA "

Ir Alfred Wiran

"Ir Alfred Wiran (Foto: Daniel / NOVA) "

"Misalnya, renovasi dilakukan untuk menambah kamar untuk anak yang baru lahir atau untuk orangtua yang akan tinggal di rumah," kata Ir. Alfred Wiran dari I'nA House.

Ia menambahkan, renovasi dengan menambah bangunan ke samping terhitung mudah, karena yang diperlukan hanyalah menambah fondasi baru untuk menambah luas hunian. "Berbeda dengan renovasi untuk menambah bangunan ke atas. Jika demikian, kita harus menyiapkan struktur bangunan agar kuat menopang area baru di atas. Struktur bangunan ini sangat penting agar bangunan menjadi kuat," lanjut bapak dua anak ini.

Setelah menentukan area mana yang akan dikembangkan atau diubah, bangunan pun akan digambar atau dibuat rancangannya. Hal ini, ujar Alfred, membutuhkan jasa arsitek yang sudah berpengalaman. "Jadi, pada tahap penggambaran rencana bangunan ini, tak bisa sembarangan digambar orang. Bayangkan saja, rumah yang tadinya memiliki satu lantai kemudian akan dibuat menjadi dua lantai. Tentu, ini butuh perhitungan yang tepat," tambahnya.

Setelah itu, baru masuk pada tahap perhitungan biaya yang diawali dengan penawaran RAB alias Rencana Anggaran Biaya, meliputi rincian sejak dari fondasi. "Kemudian, memasuki tahap pengerjaan, semua diserahkan pada pemilik rumah. Apakah akan memercayakan pada arsitek sebagai kontraktor?"

Sebelum menentukan untuk mempercayakan proyek renovasi pada arsitek atau tukang, perhatikan dulu penjelasan berikut ini.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×