7 Kalimat yang Wajib Dihindari Agar Anak Percaya Diri (1)

  • Kamis, 26 Februari 2015 16:01 WIB

 

Ternyata, banyak hal kecil yang bisa membuat buah hati berkecil diri dan merasa menjadi sosok yang tak diharapkan orangtua serta lingkungannya. Dampaknya bahkan bisa berlanjut hingga Si Anak beranjak dewasa, lo.

Agar buah hati tumbuh menjadi sosok yang mandiri, Ayoe Sutomo, M.Psi., dari Klinik Citra Ardhita Medifarma memaparkan tujuh kalimat yang harus dihindari agar anak percaya diri.

1. "Ih, kamu Si Cengeng!"

Memberi label adalah melontarkan julukan tertentu yang umumnya terkait ciri fisik atau karakteristik tertentu yang dimiliki anak. Memberi label bisa bermakna positif atau negatif, yang masing-masing akan berdampak pada anak. Misalnya secara positif anak disebut "Si Pintar" atau "Si Lucu". Sementara yang negatif misalnya "Si Manja", "Si Cengeng", "Si Bulat".

Terkait hal tersebut, penting sekali orangtua mengetahui tentang proses pembentukan self concept, yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya. Nah, self concept ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dalam proses pembentukannya. Jadi jika label yang diberikan negatif, akan membuat anak melihat dirinya sebagai sosok yang negatif seperti kata atau julukan yang dilontarkan padanya. Misalnya, si keras kepala, si manja atau si cengeng.

"Karena itulah, agar anak percaya diri, segera stop pemberian label. Stop memanggil anak dengan julukan-julukan tertentu, terutama yang bermakna negatif. Berikan informasi citra diri positif pada anak. Dapat dimulai dengan memanggilnya dengan kata-kata positif dan membantu anak menyadari kelebihan yang ia miliki."

2. "Kamu, kok, tidak seperti kakakmu?"

Hal yang paling sering dilakukan orangtua adalah membandingkan adik dengan kakak. Atau, membandingkan prestasi buah hati dengan teman sebayanya. Meski terkesan sepele, sebenarnya membanding-bandingkan seperti ini bisa berdampak buruk. Di antaranya, anak merasa tidak diterima apa adanya, tidak dihargai, dan kerap merasa disalahkan sehingga ia memiliki kepercayaan diri dan harga diri yang rendah.

Lalu, bagaimana sebaiknya sikap orangtua bila hal ini sudah terlanjur dilakukan? Mulailah untuk menghargai setiap kemajuan anak, sekecil apa pun perubahan itu. Bandingkan hanya dengan kondisi anak tersebut sebelumnya, jangan dengan orang lain.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×