Anak-anak dengan Ibu Bekerja Juga Pintar dan Berkelakuan Baik

  • Selasa, 5 Agustus 2014 12:22 WIB

working mom and child - forbes

"Penelitian menunjukkan, anak-anak dengan ibu bekerja tak memiliki gangguan dengan perkembangannya (foto: FORBES) "

TabloidNova.com - Sesaat setelah bayi Anda lahir, wanita dihadapkan kepada dua pilihan, merawat anak di rumah atau kembali bekerja? Sering kali, keputusan ini dibuat dengan menguras emosi. Beberapa ibu khawatir dengan perawatan anak dan perkembangan psikologis mereka selama ditinggal bekerja.

Kini tak perlu bimbang. Penelitian terbaru menemukan, anak-anak yang ibunya bekerja selama tahun-tahun awalnya ternyata memiliki kemampuan akademik yang baik jika dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya di rumah.

Heather Joshi dan teman-temannya di University of London's Centre for Longitudinal Studies mengulas kembali enam penelitian yang mengikuti kehidupan sekitar 40.000 anak-anak selama lebih dari 40 tahun. Mereka menemukan, tidak ada hubungannya antara ibu yang melanjutkan pekerjaan dan anak-anak mereka memiliki nilai yang rendah dan bersikap kurang baik di sekolah.

Sebelumnya, NY Daily News mengulas sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang ibunya bekerja memiliki kemampuan dua persen lebih rendah pada ranah membaca dan menghitung. Namun, berangsunr-angsur kesenjangan tersebut menghilang. Anak-anak yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an ternyata memiliki persamaan taraf kemampuan akademis dengan teman-temannya yang ibunya tak berkarier.

Joshi berkata, tren ini terjadi karena secara umum telah terjadi pula perubahan generasi. Dengan lebih banyak wanita bekerja, lebih banyak pula pilihan tersedia untuk membantu mereka. Misalnya, cuti hamil dan melahirkan dulu hanya mampu dilakukan oleh keluarga kaya pada tahun 1980-an di AS. Dahulu, anak-anak dari kelas menengah ke bawah diperlakukan secara 'serampangan' alias dengan perawatan yang kurang terstruktur.

"Wajar bila seorang ibu bekerja merasa khawatir terhadap perkembangan anaknya," kata Joshi yang yang mempersentasikan temuannya di hadapan panelis Campaign for Social Science di AS itu. "Tetapi seiring dengan jumlah ibu bekerja yang meningkat, dampak kepada anak-anak semakin berkurang."

Hal ini, sebutnya seperti dikutip deri Whattoexpect.com, menghasilkan lingkungan yang semakin ramah bagi keluarga yang orangtuanya harus bekerja dan membesarkan anak sekaligus.

Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, 61 persen dari ibu saat ini bekerja, dan laporan terbaru Pew Research Center menemukan 40 persen di antaranya adalah tulang punggung dari keluarganya.

Bekerja atau tidak bekerja memang merupakan keputusan pribadi. Tetapi mengetahui bahwa keadaan kini sudah sangat bersahabat bagi para ibu bekerja, tentu membuat ibu bekerja merasa sedikit lega.

Wikkianto

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×