Anak Sekarang Seolah Kurang Siap Mental Menghadapi Kesulitan?

  • Senin, 12 Januari 2015 12:42 WIB

TabloidNova.com - Lahir pada kurun waktu 1980 - 2000, para Generasi Y hidup dalam masa yang lebih terstruktur. Kemapanan orangtua serta kemajuan teknologi dan informasi, membuat mereka hidup lebih nyaman, mudah, dan cepat mendapatkan kebutuhan serta keinginan.
Di satu sisi, keterlibatan orangtua dalam pendidikan membuat mereka terus terdorong untuk berhasil dan berusaha meraih keinginan.

Baca juga: Orangtua Masa Kini Terkesan Diatur Anak?

"Namun, kemudahan dan pujian yang kadang terlalu mudah diberikan, membuat Generasi Y seakan-akan kurang siap mental untuk menghadapi kesulitan. Mereka juga memiliki pandangan yang terlalu ideal terhadap sekitarnya," ujar  Aurora Y. J Lumbantoruan, psikolog dari Keara Konsultan Psikologi.

Alhasil, Generasi Y cenderung mengharapkan kebutuhan atau keinginannya dapat segera tercapai, tanpa upaya terlalu besar.

Generasi X yang menjadi orangtua mereka pun tampak lebih mengalah dibandingkan orangtua dari Generasi Baby Boomer. "Ini karena pola pengasuhan permisif yang dipengaruhi faktor pembelajaran terhadap pola asuh yang diterima Generasi X dulu. Mereka memperlakukan anaknya berbeda, termasuk dalam hal mengatasi stres serta menyesuaikan tuntutan terhadap kondisi anak."

Sekadar mengingatkan, Generasi X (lahir pada kurun waktu 1965-1980) tumbuh menjadi orangtua dengan nilai tradisional, hati-hati, dan pragmatis. Pola asuh otoritatif dan serba teratur yang dijalankan orangtuanya, membuat Generasi X berkeyakinan bahwa kerja keras adalah kunci.

Baca juga: Beda Pola Asuh Orangtua Generasi Baby Boomer dan Generasi X

Di sisi lain, sikap permisif dan kurangnya keterlibatan orangtua (orangtua Generasi Baby Boomer umumnya bekerja di luar rumah), membuat Generasi X terbiasa mandiri.

Selain itu, masa perkembangan teknologi yang pesat membuat Generasi X lebih kritis akan informasi. "Mereka akan memilih untuk menyerap hal yang positif dan mudah diterapkan, sehingga mereka paham tidak semua hal dari sekitarnya perlu diikuti."

Sayangnya, "banjir informasi" menyebabkan orangtua Generasi X mudah cemas akan kondisi anak dan menginginkan yang terbaik bagi anak. "Kekhawatiran ini akhirnya menampilkan perilaku cenderung mengalah," urai Aurora.

Soca Husein

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×