Idealnya, Jangan Tinggalkan Si Kecil Hingga Berusia Satu Tahun

  • Jumat, 3 April 2015 16:25 WIB

Tabloidnova.com - Semua orangtua, terutama ibu tentu akan merasa sangat bangga ketika melihat anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan sangat baik, sesuai dengan perkembangan usianya.

Menurut dokter spesialis anak dan ahli tumbuh kembang anak Dr dr Rini Sekartini, SpA (K), agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya, perlu mendapatkan stimulasi terus menerus dari orangtuanya, terutama pada satu tahun pertama usia anak.

"Usia satu tahun pertama anak merupakan masa yang sangat penting untuk menentukan tumbuh kembang anak ke depannya. Dan idealnya di satu tahun pertamanya anak jangan ditinggal atau dilepas begitu saja oleh orangtuanya, terutama ibunya," papar Rini.

Oleh karena itu, Rini menyarankan, agar para ibu yang bekerja ada baiknya mempertimbangkan untuk berhenti bekerja selama satu tahun setelah melahirkan demi tumbuh kembang anak yang optimal melalui pemberian stimulasi yang maksimal.

"Jika terpaksa harus bekerja, anak harus tetap ditemani atau didamping oleh pengasuhnya yang memang punya kemampuan untuk menstimulasi anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal. Atau dititipkan ke daycare yang dapat memberikan pengasuhan satu anak satu pengasuh," imbuh Rini.

Masalahnya, ujar Rini, banyak keluarga di Indonesia yang secara ekonomi tak sanggup mempekerjakan pengasuh yang memiliki keahlian untuk menstimulasi anak dengan baik. "Biasanya keluarga Indonesia hanya sanggup membayar satu orang asisten rumah tangga yang sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga anak-anak."

Rini mengatakan, kurangnya stimulasi yang baik kepada anak dapat menyebabkan anak tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, bahkan mengalami beberapa gangguan tumbuh kembang. Misalnya, mengalami lambat bicara, lambat berjalan, sulit menguyah, tidak mandiri, dan masalah lain yang terkait gangguan tumbuh kembang anak.

Namun kata Rini, yang paling banyak terjadi pada anak usia dini akibat kurangnya stimulasi adalah gangguan terlambat bicara. Jika anak sudah berusia lebih dari setahun tahun belum dapat bicara dengan jelas, ujar Rini, anak sudah mengalami gangguan tumbuh kembang.

"Cara untuk mengobatinya sebenarnya kuncinya ada pada orangtua. Di dalam rumah, orangtua harus berinteraksi dengan anak, mengajak mengobrol sehingga anak jadi lancar bicara. Namun dari segi pengobatan, bisa dengan melakukan terapi. Lamanya terapi bisa berbeda-beda untuk setiap anak. Tapi pada umumnya berkisar antara 3-6 bulan, dengan waktu terapi satu mingu sebanyak dua kali," papar Rini.

Intan Y. Septiani

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×