Mempersiapkan Si Kecil Masuk TK

  • Selasa, 27 Mei 2014 22:23 WIB

anda anak

"Foto: Getty Images "

"Hal ini terjadi karena anak hanya berinteraksi dengan orangtuanya saja. Jika anak lebih sering di rumah bersama orangtua atau pengasuh, maka jika tidak masuk TK atau PAUD ia akan mudah menangis, kurang pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan kemampuan pemecahan masalahnya kurang," kata Adib Setiawan, M.Psi., psikolog di Bimbingan Belajar dan Terapi Anak "My Talent," Jakarta.

Belajar dan Bermain 
Jenjang pendidikan TK melibatkan proses belajar yang "dibalut" dalam permainan sehingga lebih menyenangkan. Materi yang dipelajari, urai Adib, mencakup beberapa hal.

1. Kemampuan Sosial
Social skill melatih anak berinteraksi dengan teman-temannya agar ia memiliki keterampilan sosial yang baik. Kemampuan yang diharapkan adalah anak mau menolong dan menghormati orang lain, berbagi, tidak memaksakan kehendak, mau meminjamkan atau bertukar mainan dengan sesama.

Keterampilan sosial ini lebih lanjut membuat anak belajar untuk tidak memaksakan kehendak, mampu berperilaku menyenangkan, mudah bergaul, nyaman bermain, dan bisa mengungkapkan apa yang ada di pikirannya dengan baik.

2. Motorik Kasar & Halus
Kemampuan motorik halus dan motorik kasar pun dilatih di bangku TK. Motorik halus bisa dilatih lewat menggambar dan mewarnai, sementara motorik kasar dilatih ketika anak menendang bola dan mengenal permainan-permainan lain.

3. Kemampuan Kognitif
Saat memasuki bangku TK, kemampuan kognitif anak terlatih karena ia akan mengenal dan memperbanyak kosakata. "Kemampuan anak pun pasti meningkat karena ia harus berlatih makan sendiri, membereskan barang ke dalam tas, dan belajar memahami orang-orang di sekelilingnya," lanjut Adib yang juga psikolog di www.praktekpsikolog.com ini.

Otoriter vs Permisif
Anak juga akan mengenal aturan dan tuntutan dari lingkungan. Pihak sekolah, lanjut Adib, biasanya lebih autoritatif alias demokratis dalam menerapkan aturan pada siswa. Ini tentu berkebalikan dengan beberapa orangtua yang tanpa disadari menerapkan pola asuh yang kontras, yaitu antara permisif atau otoriter. 

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×