Terkait Pola Asuh, Mengapa Orangtua Saling Bersaing?

  • Kamis, 29 Januari 2015 14:28 WIB

Persaingan orangtua yang seperti apa? Coba simak percakapan berikut.

"Anakku, sih, umur 1 tahun sudah bisa jalan. Kok, anakmu masih merambat saja, sih? Padahal usianya sama, kan?" tanya Florencia kepada Elva.

"Ya enggak apa-apa, lah, belum lancar jalan. Tapi, anakku sudah bisa bicara dengan fasih. Enggak kayak anakmu," jawab Elva.

Mams, semua orangtua pasti pernah mengalami kejadian di atas, di mana anaknya, dan kepintaran anaknya, dibandingkan dengan anak lain atau sebaliknya.

Ada orangtua yang memilih tersenyum saja dan menganggapi dingin, ada pula orangtua yang memilih membalas ucapan dengan tak kalah sengit seperti Elva.

Itulah gambaran persaingan orangtua yang tak jarang dihadapi.

Bangga Pada Si Kecil

Benang merah dari fenomena saling membandingkan yang berujung pada persaingan orangtua atau competitive parenting ini adalah rasa bangga orangtua kepada anaknya.

(Baca juga: Begini Cara Mengasuh Anak Pemalu Agar Tidak Minder dalam Pergaulan‚Äč)

Menurut Roswiyani, M. Psi., dari Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologis, Universitas Tarumanegara, perasaan bangga orangtua terhadap anak dilandasi adanya kebutuhan alamiah individu untuk merasa berhasil atau menjadi superior (need of superiority).

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×