Dua Perilaku Generasi Millennial yang Sering Tak Dipahami Orangtua

  • Rabu, 11 Januari 2017 15:45 WIB

Bantahan dan perilaku generasi millennial terkadang tak selalu sepaham dengan orangtua

Generasi Y atau yang kerap disebut generasi millennial adalah mereka yang lahir di antara tahun 1981-1994. Saat ini, di usia produktifnya, generasi millennial menjadi konsumen yang mendominasi pasar.

Selain gaya hidup, banyak pula yang membedakan generasi millennial dengan generasi sebelumnya. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah pola komunikasi yang diberengi nilai-nilai yang berbeda, terutama dengan keluarga dan orangtua.

Tak jarang, mudahnya mengakses informasi dengan beragam pilihan membuat mereka tak jarang 'berselisih' pendapat. Terutama dalam hal nilai-nilai.

Psikolog Klinis Tara de Thouars memberi contoh berikut yang kerap terjadi dalam keseharian. Nah, apakah Anda pernah mengalaminya Sahabat NOVA?

1. Cita-cita dengan Profesi Asing

Ketika orangtua ingin anaknya jadi dokter, anaknya tak setuju karena ia ingin jadi youtuber.

Dalam benak orangtua, “YouTuber apaan? Apa bisa menjamin masa depan?” Sementara anaknya berpikir, “Bisa banget! Bahkan banyak orang jadi kaya karena YouTube. Bagi generasi sebelumnya, profesi ini tidak dikenal, masih asing, dan dianggap tidak menjamin masa depan," ujar Tara.

Baca: Sering Stres Karena Hal Sepele, Ciri Anda Termasuk Ibu Generasi Millenial?

2. Beda Persepsi Soal Nilai

Begitupun dalam hal menyerap informasi. Karena banyaknya informasi yang mereka dapat, kaum millennial yang tak sependapat dengan omongan orangtua (keluarga) tak jarang mengalami benturan. Hal ini terjadi karena mereka tak lagi mempercayai informasi hanya dari satu sumber seperti dahulu kala.

“Ketika misalnya orangtua melarang anak merokok, anak punya info berbeda yang bisa dia akses. Salah satunya media sosial, jadi bisa langsung membandingkan dengan omongan orangtua. Ini membuat nilai yang diberikan orangtua kadang tak didengar, apalagi jika orangtua memberikan nilai tidak dengan penjelasan.”

Kaum millennial cenderung trial error sendiri karena merasa apa yang dikatakan orangtua berbeda dengan yang mereka temukan di lingkungan mereka, berbeda dengan yang ada di sosial media. Hasilnya, mereka cenderung membantah.

Baca: Kiat Sukses Bagi Orangtua Generasi Milenial Membesarkan Anak di Era Digital

Solusinya, saran Tara, orangtua dari generasi sebelumnya harus tetap mengajarkan nilai-nilai tetapi tidak kaku, dan membuka kemungkinan anak punya pemikiran lain. Jadi, orangtua harus bisa menjelaskan, menyaring, dan memberi contoh sehingga anak bisa menerima nilai-nilai yang diberikan orangtua dengan lebih baik.

“Kalau terlalu dilepas juga, maka nilai-nilai yang diambil anak pasti bukan dari orangtua. Orangtua juga harus melek gadget, kalau tidak, mereka tidak bisa mendampingi. Masalahnya, masih banyak orangtua yang malas belajar gadget,” tambah Tara.

Hasto Prianggoro/Tabloid NOVA

Reporter : Ade Ryani HMK
Editor : Ade Ryani HMK

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×