Demam pada Bayi yang Tidak Anda Ketahui

  • Selasa, 22 April 2014 19:22 WIB

TabloidNova.com - Beberapa masalah kesehatan pada bayi biasanya disertai oleh demam. Namun pasti sangatlah menyedihkan melihat anak sakit, sementara Anda tak mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Berikut demam pada bayi yang tidak Anda ketahui. Simak, yuk!

Berawal dari 38 Derajat Celsius
Bayi bangun dengan pipi memerah dan kulitnya terasa panas. Setelah Anda cek dengan termometer, angka menunjukkan di bawah 38 derajat Celsius. Dengan begitu, bayi Anda belum memenuhi syarat demam. Suhu bayi, layaknya suhu orang dewasa, dapat meningkat sedikit karena beragam alasan.

Kecuali jika angka di termometer menyebutkan di atas 38 derajat Celsius, itu tanda anak Anda demam.

Demam Bakteri atau Virus
Salah satu tanda demam pada bayi yang tidak Anda ketahui adalah tidak bisa membedakan penyebab demam yang dikarenakan virus atau bakteri. Mana yang lebih parah?

Kata Carrie Brown, seorang dokter anak di Arkansas Children's Hospital, demam virus terjadi ketika tubuh bertempur melawan penyakit yang disebabkan oleh virus, baik itu penyakit usus, flu, atau batuk-pilek. Demam ini cenderung mereda dalam waktu tiga hari. Antibiotik tidak berpengaruh pada virus, dan tidak boleh diresepkan.

Sedangkan demam bakteri terjadi ketika tubuh bertempur melawan infeksi bakteri, seperti infeksi telinga, infeksi saluran kemih, atau pneumonia bakteri. Infeksi bakteri kurang umum daripada virus dan lebih memprihatinkan, karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius jika tidak ditangani segera. Antibiotik biasanya diperlukan.

Jika demam bayi Anda berlangsung lebih dari tiga hari, itulah saatnya Anda membawanya ke dokter.

Bahaya Demam Bayi di Bawah 3 Bulan
Jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan dan suhunya di atas 38 derajat Celsius, Anda perlu merasa khawatir. Segera hubungi dokter dan pastikan ia mengerti bahwa bayi Anda usianya masih di bawah 3 bulan. Jangan asal memberikan obat demam (kecuali dokter menyarankan itu).

Brown menjelaskan, ada dua alasan mengapa Anda menempatkan ini dalam posisi gawat. Pertama, lapisan pelindung sel antara aliran darah dan sistem saraf pusat pada bayi masih sangat tipis. Ini berarti bisa menyebabkan infeksi bakteri "menyeberang" dan menyebabkan kerusakan cepat.

Kedua, dokter IGD Tyeese Gaines menjelaskan, "Bayi di usia ini tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi berat seperti pada bayi yang lebih tua. Ini menakutkan, karena infeksi darah penuh (sepsis) bisa timbul tanpa gejala yang khas."

Jika demamnya dikarenakan virus, Anda tidak perlu khawatir akan sepsis. Tapi masalahnya, Anda mungkin tidak dapat membedakan antara demam bakteri dan virus dengan mata telanjang. Oleh karena itulah, bayi baru lahir yang demam perlu tes darah dan urin untuk menentukan apakah ada atau tidaknya infeksi bakteri dan spinal tap untuk melihat kemungkinan meningitis.

Ester Manulang/Babycenter

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×