Duh! Ini Risiko Komplikasi yang Terjadi Jika Anak Kegemukan

  • Senin, 5 Juni 2017 11:00 WIB

Duh! Ini Risiko Komplikasi yang Terjadi Jika Anak Kegemukan | bethwarrennutrition

Kegemukan pada anak-anak di dunia meningkat secara drastis sejak tahun 1990, termasuk di Indonesia.

“Masalah kurang gizi yang dihadapi saat ini bukan hanya kurang gizi dalam hal kalori dan protein, akan tetapi juga kurang gizi pada anak yang kegemukan,” kata dr. Nany Budiman, MGizi, SpGK. dari Ciputra Hospital Citra Garden City.

Sebenarnya, sudah banyak penelitian menunjukkan anak-anak dan orang dewasa yang overweight dan obesitas mengalami defisiensi nutrien terutama mikronutrien seperti vitamin B6, vitamin D, zat besi, zinc, dan lainnya.

Baca: Ternyata, Air Putih Bantu Mencegah Obesitas pada Anak

Kondisi kurang gizi tersebut bukan hanya diakibatkan asupan yang kurang tetapi juga karena kondisi kegemukannya. Hal ini disebabkan karena pada orang yang gemuk, kebutuhan metabolik tubuh meningkat dan metabolisme tubuh tidak sempurna sehingga produksi radikal bebas oleh tubuh berlebihan.

Perlu kita tahu, tubuh memiliki mekanisme pertahanan terhadap radikal bebas yang berlebihan yaitu antioksidan, baik yang diproduksi di dalam tubuh atau yang didapat dari makanan dalam bentuk vitamin dan mineral.

Nah, produksi radikal bebas berlebihan yang terus menerus akan menyebabkan tubuh kekurangan mikronutrien.

Risiko terjadinya kurang gizi lebih tinggi pada anak-anak karena kebutuhan nutrisi pada anak-anak juga lebih tinggi. Dampak negatif dari kegemukan dan kurang mikronutrien bisa terasa bila dalam jangka waktu lama.

Baca: Cegah Obesitas Anak Usia 10 - 12 Tahun Jika

Di antaranya risiko komplikasi yang berhubungan dengan obesitas, seperti diabetes mellitus tipe 2, penumpukan plak di pembuluh darah, dan penyakit kronis lainnya yang di saat dewasa nanti akan semakin meningkat.

Kondisi ini nantinya akan menjadi seperti lingkaran “setan” yang saling memengaruhi satu dengan lainnya. Bila komplikasi penyakit tersebut timbul maka kebutuhan tubuh akan nutrisi meningkat, sementara tubuh sudah kekurangan zat gizi yang selanjutnya memperburuk kondisi tubuh.

Karena itu, bagi anak-anak dengan kegemukan sebaiknya mulai menurunkan berat badan dengan cara yang benar. Berkonsultasilah dengan dokter agar mendapatkan informasi yang benar dan mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisinya. Kenapa? Karena penurunan berat badan juga harus dipantau agar memang lemak yang berkurang, bukan otot atau cairan dalam tubuh.

Baca: Kelahiran Caesar Salah Satu Dampak Obesitas

Kemudian, bagi anak-anak yang belum gemuk namun gaya hidupnya termasuk pola makannya tidak sehat, mulailah sejak dini orang tua mengubah gaya hidup anaknya menjadi yang lebih sehat. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Hilman Hilmansyah/Kontributor NOVA.id

Reporter : nova.id
Editor : Ade Ryani HMK

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×