Orangtua Harus Lebih Sensitif, Responsif dan Konsisten Saat Bonding dengan Anak

  • Jumat, 10 April 2015 05:26 WIB

TabloidNova.com - Agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal, ada banyak cara yang dapat orangtua lakukan. Selain memberikan stimulus yang positif dan terus-menerus, Anda juga disarankan untuk memiliki ikatan emosional yang erat dengan anak-anak mereka.

Dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia, Rini Hildayani, mengatakan, "Ikatan emosional yang erat antara orangtua dan anak ini disebut secure attachment atau pola asuh yang melekat."

Rini memaparkan, untuk dapat menerapkan pola asuh yang melekat, orangtua harus selalu bisa bersikap peka saat melakukan kontak fisik, dekat secara emosi, dan ada keinginan untuk selalu dekat dengan anak di setiap kondisi.

Selain itu, lanjut Rini, untuk memenuhi pola asuh yang melekat ini, orangtua juga perlu mengasuh dan merawat anak dengan lebih sensitif, responsif, dan konsisten. Sebaliknya, jika orangtua tidak sensitif dan responsif, kata Rini, anak akan cenderung mengalami stres.

"Stres yang dialami anak ini akibat adanya stimulus emosi negatif atau orangtua cenderung menerapkan pola pengasuhan anak yang bersifat negatif atau agresif. Orangtua juga cenderung tidak sensitif dan responsif terhadap perilaku anak," terang Rini, yang juga anggota dari Happy Tummy Council.

Rini mencontohkan, ketika anak merasa lapar, misalnya, orangtua malah mengabaikan alias tidak responstif atau tidak tanggap terhadap keinginan anak. Sebaliknya, pada saat jam makan anak malah dipaksa dan diancam untuk menghabiskan makanannya.

"Jika cara negatif ini terus-menerus dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anak mereka, maka anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang stres dan tidak bahagia. Jika anak tidak merasa bahagia ketika sedang makan, misalnya, dampaknya bisa saja anak mengalami gangguan saluran pencernaan," papar Rini.

Untuk itu, sikap sensitif, responsif dan konsisten saat menerapkan pola asuh yang melekat ini dapat dibuktikan dengan cara memberikan sentuhan sesering mungkin kepada anak. "Misalnya mengelus kepala dan punggung anak, menggendong, dan memijat lembut tubuh anak," kata Rini lagi.

Sentuhan, lanjut Rini, akan mengurangi stres pada anak atau secara fisik memberikan efek relaks dan nyaman. "Namun disarankan, dalam sentuhan juga sebaiknya ditambahkan unsur suara. Misalnya saat menyentuh anak, lakukan dengan penuh kasih sayang, terjadi skin to skin, ada eye contact, dan ucapan yang menyejukkan hati anak," saran Rini.

Menyentuh, mengelus, menggendong, dan memijat anak sesering mungkin, tutur Rini, tak hanya dapat membuat tubuh anak terasa relaks dan nyaman, tapi juga mendorong sistem pencernaan anak lebih sehat dan nyaman. "Sehingga harapan anak dapat tumbuh kembang anak secara optimal dapat tercapai," pungkas Rini.

Intan Y. Septiani

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×