Waspadai Tanda Penyakit Katarak pada Anak

  • Senin, 27 April 2015 13:49 WIB

TabloidNova.com - Perlu Anda ketahui dengan pasti bahwa penyakit katarak bukan hanya milik para manula atau (manusia usia lanjut). Siapapun bahkan si kecil sekalipun dapat juga menderita penyakit yang diakibatkan kondisi keruh sehingga menganggu penglihatan seseorang.

Gejala penyakit katarak pada anak wajib dipahami semua orangtua agar kondisi tersebut tidak terjadi pada buah hati Anda. Jakarta Eye Center (JEC) tahun ini menyerupakan kampanye Vision 2020, yakni Indonesia bebas buta katarak. Tak terkecuali, penyakit katarak pada anak. 

Menurut Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MMedEdu, penyakit katarak pada anak (katarak kongenital dan infantile) termasuk penyakit yang telah dapat dideteksi sejak usia dini untuk mencegah kebutaan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini dan imbauan pemeriksaan mata anak sedini mungkin.

"Secara global, terdapat 1,4 juta kasus kebutaaan pada anak dan setengahnya dapat dicegah. Prevalensi kebutaan terkait dengan status sosial ekonomi Negara, mulai dari sekitar 3:10.000 di Negara industri, serta 15:10.000 di Negara-negara miskin," papar Dr. Ni Retno.

Penyebab penyakit katarak pada anak bermacam-macam, yaitu herediter, infeksi selama masa kehamilan, kelainan sistemik pada usia dini, maupun idiopatik. Selain itu, buta katarak pada anak berpengaruh akan fungsi penglihatan karena lensa mata berada dalam keadaan keruh sejak dini.

Biasanya, penyakit katarak pada anak terlihat seperti ada keputihan di pupil matanya. Selain itu, anak menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari.

"Pada pasien anak, prosedur katarak menjadi lebih kompleks dibandingkan pasien dewasa atau lanjut usia, sehingga prosedur dilakukan dengan anestesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi," terang dokter Retno yang merupakan spesialis Oftalmologi Pedriatik dan Strabismus.

Sekadar informasi, pasien penyakit katarak pada anak juga harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu dengan segala macam prosedurnya. Hal ini meliputi kondisi awal sebelum operasi agar diketahui perlu atau tidaknya ditanam lensa intraocular sampai dengan pemeriksaan kondisi keseluruhan pasien.

Operasi penyakit katarak pada anak merupakan awal proses pemulihan fungsi penglihatan untuk meningkatkan saraf mata. Kemudian berlanjut dengan terapi amblyopia untuk membiasan fungsi mata dalam keadaan normal.

"Dibutuhkan peran orangtua dan keluarga pasca operasi demi memastikan penyembuhan terbaik dan meminimalkan risiko infeksi," saran Dr. Ni Retno pada TabloidNova.com.

Ridho Nugroho
FOTO: Sunglasseslongisland

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×