Kehamilan Tanpa Janin

  • Selasa, 3 Mei 2011 00:08 WIB

Saya (26) ibu seorang putri usia 33 bulan yang lahir normal dengan BB 3,3 kg dan PB 50 cm. Setelah melahirkan saya menggunakan IUD Copper T 380 yang dilepas tanggal 8 September 2002. Tanggal 27 Oktober 2002 saya haid dan bulan-bulan selanjutnya tidak lagi. Tanggal 29 November saya melakukan tes kehamilan sendiri di rumah dan ternyata positif.

Sehari kemudian saat memeriksakan diri ke dokter kandungan, melalui USG dinyatakan ada pembesaran rahim, susp. gravida muda. Saya dianjurkan periksa sebulan kemudian tapi kali itu dinyatakan BO karena pada usia kehamilan 2 bulan belum terdapat perkembangan janin, masih berbentuk cairan. Lalu saya diminta untuk kontrol 2 minggu kemudian dengan hasil yang masih sama. Menurut dokter kalau tidak bisa keluar sendiri harus dikuret karena kalau dipertahankan pun percuma. Tanggal 17 Januari saya mengalami abortus komplet.

Yang ingin saya tanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada saya? Padahal di awal-awal kehamilan saya tidak mengalami gangguan apa pun termasuk morning sickness, nafsu makan normal dan hanya sesekali pusing dengan keluhan ringan. Apa sebenarnya blighted ovum dan apa penyebabnya? Apakah kelak bila saya hamil lagi kemungkinan yang sama bisa terjadi lagi? Kapan saya diperbolehkan hamil lagi? Atas penjelasannya  saya ucapkan terima kasih.

Rini  - Kalteng

Blighted ovum atau kehamilan nirmudigah adalah suatu kehamilan abnormal dimana struktur embrio tidak berkembang. Sedangkan kantong kehamilan tetap berkembang, sehingga tanda dan gejala hamil tetap ada. Dengan kemajuan teknologi pencitraan, dalam hal ini ultrasonografi (USG), maka perkembangan kehamilan sudah dapat dipantau sejak kehamilan sekitar 4 minggu.

Ada beberapa panduan untuk mendiagnosis adanya blighted ovum, misalnya kantung kehamilan berdiameter 25 mm tanpa struktur embrio (USG melalui vagina) atau 30 mm tanpa struktur embrio (USG melalui perut). Bila masih ragu, lakukan pemeriksaan USG ulang 1­2 minggu kemudian, dan lakukan pemeriksaan kadar hormon HCG dari darah Ibu. Bila embrio/janin masih belum tampak, maka diagnosis BO sudah dapat ditegakkan. Pada kasus BO, jaringan konsepsi yang keluar/dikuret harus diperiksakan ke laboratorium patologi anatomi untuk memastikan diagnosis tersebut. BO dapat disebabkan kerusakan pada sel telur yang dibuahi atau sel sperma yang membuahi. Kemungkinan BO berulang memang ada, tetapi kecil. Sebelum hamil lagi, sebaiknya makanlah makanan yang halal dan mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×