Istri Caisar “YKS” Terserang Psoriasis, Penyakit Apa Itu?

  • Jumat, 10 Februari 2017 16:45 WIB

Psoriasis adalah salah satu jenis gangguan autoimun. Di mana sistem kekebalan tubuh yang keliru 'menyerang' sel-sel kulit yang sehat. | istockphoto

Indadari Mindrayanti atau yang lebih dikenal sebagai istri Caisar “YKS” dikabarkan terserang penyakit psoriasis. Penyakit apa itu?

Psoriasis adalah salah satu jenis gangguanautoimun. Di mana sistem kekebalan tubuh yang keliru 'menyerang' sel-sel kulit yang sehat. Menurut dr. Ratna Komala Dewi, Sp.KK., psoriaris bukan disebabkan karena kontak langsung dengan penderita atau genetika.

"Itu sejenis penyakit autoimun, jadi karena tubuhnya sendiri. Bukan karena bersentuhan dengan penderita psoriasis  atau keturunan," jelasnya saat ditemui Nova.id di RKD'S di Ciracas, Jakarta Timur.

Baca: Benarkah Psoriasis Pengaruhi Kesuburan Pria dan Wanita?

Ciri psoriasis adalah kulit yang menebal di beberapa bagian tubuh. Awalnya, psoriasis hanya berupa ruam merah saja. Banyak yang belum memahami jika ruam tersebut adalah gejala awal gangguan imunitas tubuh.

Psoriasis awalnya muncul di siku, lutut, jari tangan dan lipatan-lipatan tubuh lainnya. Tidak menutup kemungkinan pada beberapa kasus psoriasis bisa menyerang seluruh bagian tubuh.

Penebalan kulit akibat penyakit ini menyebabkan penyandang psoriasis imengalami regenerasi kulit yang sangat cepat.

"Normalnya kulit itu beregenerasi sekitar 28 hari, tapi pada penderita psoriasis sangat cepat, baru beberapa hari saja sudah tumbuh yang baru sehingga menumpuk," jelasnya.

Baca: Ketombe Membandel? Jangan-Jangan Psoriasis!

Namun jangan khawatir, meski tergolong penyakit autoimun, psoriasis tidak berbahaya. Psoriasis berbeda dengan penyakit autoimun lainnya.

"Mirip (dengan penyakit lupus), karena sama-sama autoimun. Tapi bedanya, kalau lupus mematikan, psoriasis tidak. Hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saja," jelasnya lagi.

Psoriasis memang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dicegah. Pengidap psoriasis harus bisa menjaga daya tahan tubuh dan menghindari stres.

"Tergantung bagaimana daya tahan tubuhnya. Dia harus bisa mengelola stresnya," tutupnya.

Menda Clara Florencia/Nova.id

Reporter : Ridho Nugroho
Editor : Ridho Nugroho

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×