Kapan Gigi Geraham Bungsu Harus Dicabut? Kenali 3 Tandanya

  • Senin, 17 Juli 2017 07:00 WIB

3 Kondisi yang Membuat Gigi Geraham Bungsu Harus Dicabut | istockphoto

Kita pernah mendengar bahwa gigi geraham bungsu harus dicabut. Geraham bungsu atau wisdom teeth memang sering tumbuh tidak sempurna, sehingga perlu diambil tindakan operasi untuk mencabutnya dan mencegah komplikasi yang lebih parah.

Gigi geraham bungsu sendiri tumbuh saat kita berumur 17-21 tahun. Tumbuhnya gigi ini sering menjadi masalah, karena tumbuh pada saat pertumbuhan rahang kita sudah berhenti dan tidak menyisakan ruang cukup bagi geraham bungsu.

Baca: Tak Disangka, 2 Bumbu Dapur Ini Bisa Hilangkan Sakit Gigi dan Bau Mulut

Karena tidak ada ruang cukup, maka pertumbuhan gigi bungsu itu akan mendorong susunan gigi lain. Sakit yang ditimbulkan karena pertumbuhan gigi geraham bungsu ini bisa muncul sesudah gigi geraham bungsu tumbuh.

Menurut drg. Wishwa Eri Dewi, Sp.KG., spesialis konservasi gigi dari RS Jogjakarta International Hospital, sebenarnya gigi geraham bungsu tak perlu dicabut. “Tergantung posisi tumbuhnya,” jelasnya pada NOVA.id.

Bila gigi geraham bungsu tumbuh pada lengkung gigi yang benar dan tumbuh tegak sempurna serta tak ada gangguan, maka tak perlu dicabut. Namun, bila ditemukan gangguan saat pertumbuhan, maka gigi tersebut sebaiknya dicabut.

Baca: Mengapa Sakit Gigi Membuat Leher, Mata, dan Kepala Terasa Nyeri?

Tindakan pencabutan gigi geraham bungsu sendiri akan diambil bila terjadi bermacam-macam masalah.

Tiga di antaranya berupa infeksi pada gusi karena adanya kotoran pada geraham bungsu. Kemudian gigi berjejal sehingga mendorong dan mengubah posisi gigi-gigi yang di depannya. Dan kondisi gigi berlubang karena posisi gigi geraham bungsu yang sulit dibersihkan.

Dionysia Mayang/NOVA.id

Reporter : Dionysia Mayang
Editor : Ade Ryani HMK

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×