5 Pemeriksaan Wajib yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

  • Selasa, 7 April 2015 16:17 WIB

Tabloidnova.com - Pemeriksaan fetomaternal adalah pemeriksaan untuk mengetahui risiko kehamilan baik pada ibu maupun bayinya. Misalnya, kelainan genetik dan gangguan pembentukan organ, risiko kelahiran prematur, atau pertumbuhan janin terhambat.

Untuk mengetahui risiko preeklamsia yaitu hipertensi pada kehamilan, biasanya ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti adanya protein di dalam urin. Risiko lain adalah kelainan kromosom Down Syndrome, Edward's Syndrome, Patau Syndrome, Soft Marketers.

Dr. med. Damar Prasmusinto, SpOG. (K) Fetomaternal, dari Brawijaya Women & Children Hospital menyebutkan beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan ibu hamil, di antaranya:

1. USG
USG ini dianjurkan dilakukan minimal 2-3 kali pada saat: Usia kehamilan 11-14 minggu. "Untuk menentukan usia kehamilan apakah janinnya satu atau kembar, apakah ada cacat bawaan atau tidak," jelas Damar.

Pada usia kehamilan 18-22 minggu, dapat dilihat lebih detail mengenai anatomi janin, pertumbuhan janin, dan risiko ibu saat melahirkan. "Saat ini bisa diketahui pula, apakah terjadi preeklamsia?" 

Saat usia kehamilan 28-32 minggu, USG bisa dilakukan untuk melihat bagaimana pertumbuhan janin, apakah ada cacat bawaan atau tidak.

2. Amniocentesis
Pemeriksaan yang perlu dilakukan ibu hamil selanjutnya adalah amniocentesis.  "Tes ini masih bisa dilakukan, meski mulai ditinggalkan, karena sekarang dapat dilakukan pemeriksaan Non Invasive Prenatal Test (NIPT)." Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan genetik pada bayi dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion pada janin.

3. NIPT
Selama kehamilan, sebagian DNA dari janin masuk ke dalam aliran darah ibu. DNA membawa informasi genetik dari bayi di dalam kromosom. Tes laboratorium NIPT menggunakan sampel darah dari ibu untuk memeriksa DNA dari janin dan mencari kondisi kromosom tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan bayi.

4. Chordocentesis
Pemeriksaan yang perlu dilakukan ibu hamil pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Caranya mengambil darah janin melalui vena tali pusat. Tujuannya untuk mengetahui kelainan kromosom dan tipe kelainan kromosom pada janin. Selain itu, untuk mengetahui apakah janin mengalami anemia dengan pemeriksaan HB janin dan Hematokrit janin.

5. Transfusion Intrauterine
"Terapi ini dilakukan jika bayi didiagnosis anemia." Transfusi bisa dilakukan beberapa kali pada kehamilan minggu ke-26 sampai 34.

Noverita K. Waldan

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×