Risiko Terjatuh Saat Hamil Besar dan Cara Mengatasinya

  • Selasa, 10 Januari 2017 17:00 WIB

Jatuh Saat Hamil Besar, Kenali Penyebab, Bahaya, dan Cara Pencegahannya | momjunction

Membawa bayi dalam perut tentu bukan suatu hal yang mudah. Dari hari ke hari berat janin kian bertambah dan keseimbangan ibu menjadi berkurang. Hal ini membuat pergerakan ibu menjadi terbatas dan kemungkinan jatuh pun bisa dialami kapan saja oleh ibu hamil.

Jatuh saat hamil merupakan suatu kecelakaan kecil yang lumayan sering terjadi pada siapa saja. Bisa membahayakan memang, tapi sebenarnya tubuh ibu sudah cukup memberi perlindungan pada bayi dalam kandungan.

Apa yang menyebabkan ibu hamil rentan jatuh?

Berdasarkan sebuah penelitian dalam Maternal and Child Health Journal tahun 2010, sekitar 27% wanita hamil pernah terjatuh setidaknya sekali dan 10% pernah terjatuh lebih dari sekali.

Jatuh saat hamil umumnya lebih sering terjadi pada ibu hamil yang sudah memasuki trimester ketiga. Perut ibu yang semakin besar tentu dapat menyulitkan ibu hamil untuk bergerak. Banyak hal yang menyebabkan ibu hamil terjatuh, beberapa di antaranya adalah:

  • Perut ibu hamil yang semakin membesar ternyata menggeser pusat gravitasi di tubuh Anda ke depan, sehingga sulit bagi Anda untuk tetap tegak saat berjalan.
  • Hormon kehamilan (hormon relaksin) dapat membuat persendian dan ligamen Anda melonggar, terutama mendekati waktu kelahiran. Hal ini berdampak pada pergerakan Anda, sehingga membuat Anda lebih mudah untuk terjatuh.
  • Kadar gula darah yang rendah dan tekanan darah yang rendah saat kehamilan dapat membuat Anda merasa lemas dan pusing, sehingga kehilangan keseimbangan dan lebih mudah untuk terjatuh.

Baca: Hati-hati! Diare Saat Hamil Bisa Sebabkan Keguguran, Ini Cara Mencegahnya

Apa yang harus dilakukan ibu hamil saat jatuh?

Jatuh saat hamil menjadi suatu hal yang bisa saja terjadi karena berbagai alasan. Namun, selama jatuh tidak menyakiti tubuh Anda mungkin bayi Anda dalam kandungan juga tidak mengalami masalah. Sebenarnya, tubuh Anda sendiri sudah mempunyai sistem perlindungan yang baik dalam menjaga bayi dalam kandungan.  

Cairan ketuban yang mengelilingi bayi Anda bisa berfungsi sebagai bantalan bagi bayi Anda. Selain itu, otot-otot rahim Anda yang kuat juga dapat membantu melindungi bayi dari benturan luar.

Namun, jika Anda merasa tidak nyaman dan sakit berkepanjangan setelah jatuh, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Terlebih lagi jika Anda menyadari bahwa gerakan janin makin menurun, Anda mengalami perdarahan, atau kontraksi setelah jatuh.

Walaupun Anda tidak merasakan sakit yang berarti setelah jatuh, ada baiknya Anda tetap memeriksakan diri Anda ke dokter. Sampaikan pada dokter bahwa Anda baru saja terjatuh. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan USG pada Anda untuk melihat kondisi bayi dalam kandungan.

Baca: Mengatasi Kaki Sakit dan Lecet Saat Hamil

Bagaimana cara mencegah agar tidak jatuh saat hamil?

Terjatuh pada sebagian ibu hamil mungkin tidak dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. Namun, tetap saja Anda harus menghindari hal ini. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari jatuh saat hamil adalah:

Pilih sepatu yang nyaman dan aman untuk Anda pakai. Jangan memilih sepatu dengan alas yang licin, ini dapat membahayakan Anda jika sedang melewati lantai yang basah atau saat hari sedang hujan. Juga, sebaiknya pilih sepatu yang datar dengan hak rendah. Sepatu hak tinggi dapat membuat Anda lebih mudah untuk kehilangan keseimbangan saat berjalan sehingga terjatuh. Hindari juga sepatu yang sangat datar karena dapat menempatkan tekanan lebih pada otot betis dan punggung bawah Anda.

Jangan jalan terlalu cepat. Jalan terburu-buru atau terlalu cepat hanya akan membuat Anda lelah. Selain itu, kemungkinan Anda untuk terjatuh juga lebih besar, terlebih lagi jika Anda jalan di permukaan tanah yang tidak rata.

Baca: Gangguan Yang Datang Saat Hamil

Hindari balik badan secara langsung. Jika Anda ingin mengambil benda yang ada di belakang Anda, sebaiknya putar badan Anda dengan perlahan. Ini dapat membantu Anda untuk tetap menjaga keseimbangan.

Perhatikan pijakan Anda saat berjalan, terutama di tempat yang tidak rata. Dengan perut yang terus membesar ke depan, tentu Anda lebih sulit untuk melihat kaki atau hal-hal yang ada di bawah saat berjalan. Jika Anda tidak yakin dengan pijakan Anda, mintalah bantuan orang lain untuk menuntun Anda saat berjalan.

Jaga kadar gula darah Anda tetap stabil, sehingga Anda tidak cepat lemas dan pusing. Jika Anda mulai terasa pusing, sebaiknya duduk dan tenangkan diri Anda.

sumber: HelloSehat

Reporter : Ade Ryani HMK
Editor : Ade Ryani HMK

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×