Survivor Kanker Serviks: Cegah dari Awal, Karena Ia Tak Pandang Bulu (1)

  • Minggu, 24 Januari 2010 12:15 WIB

Banyak wanita terjerat penyakit yang tak kenal ampun ini. Jangan sampai kita menjadi korban selanjutnya. Tiga orang survivor kanker serviks ini berbagi kisah buat kita.

Hati siapa yang tak gundah mendengar vonis penyakit mematikan yang satu ini. Kanker Serviks. Siapa pun tahu penyakit ini seringkali berujung maut.

Sayangnya, penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian wanita di Indonesia ini menyebar tanpa pandang bulu. Siapa pun dapat dihinggapinya.

Penyakit ini tak lagi hanya menjadi milik wanita dengan aktivitas seksual berisiko saja, atau dengan riwayat kanker dalam keluarga. Wanita manapun dapat terkena.

Penuturan beberapa survivor berikut ini menjadi bukti, pentingnya pencegahan dan upaya penyaringan untuk meminimalisir risiko ancaman paling fatal dari kanker serviks.

Kentik Sukarti Lestariyo ( 50th)
Sudah Pap Smear Rutin, Ternyata Lolos
Sebagai seorang apoteker, Kentik tak buta soal kesehatan reproduksi. Dengan kesadarannya pun, Kentik rutin melakukan pap smear setahun sekali sejak menginjak usia 40 tahun.

Setahun setelah suami meninggal, sekitar tahun 2007 Kentik dikagetkan dengan kabar buruk lain. Dirinya divonis positif kanker di mulut rahimnya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa lolos. Padahal setahun sebelumnya ia melakukan pap smear, dan setengah tahun sebelumnya periksa darah total. Tidak ada yang ganjil dari kedua hasil pemeriksaan tersebut.

Saat diberitahukan ia mengidap kanker serviks, langit terasa akan runtuh. "Apakah dalam kesedihan, saya harus meneruskan kesedihan?" bisik batinnya pilu.

Seminggu setelah diberitahukan, Kentik kembali pada dokter, dan menyatakan kesediaan dilakukan tindakan operasi. Secepatnya biopsi ulang dilakukan. Dokter mengabarkan kanker serviks yang diidap sudah stadium IA. Dokter pun menyarankan untuk operasi histerektomi radikal.

Setelah rahimnya diangkat, Kentik merasa lebih tenang.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×