Buru Suara "Telolet" Bus, Anak-anak Padati Terminal dengan Smartphone di Tangan

  • Selasa, 24 Mei 2016 14:01 WIB

Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang | Syahrul Munir

Tabloidnova.com - Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di berbagai kota di Jawa, termasuk di sekitar Jakarta, punya hobi baru, yaitu memburu suara klakson bus antarkota. Suara klakson bus itu dikenal dengan sebutan "telolet".

Maka dari itu, jangan heran jika di pinggir jalan atau di dalam terminal bus, ada segerombolan anak kecil "menodongkan" telepon genggam mereka untuk merekam suara "telolet" bus yang sangat unik.

Namun, sering kali hobi tersebut membahayakan nyawa mereka. Saat keasyikan merekam suara klakson bus, anak-anak tersebut sering mengabaikan keselamatannya sendiri.

Akmal, seorang penjaga gerbang Terminal Poris Plawad di Tangerang, Banten, menuturkan bahwa sering sekali anak-anak tersebut berlari-lari di dalam ataupun di depan pintu keluar terminal hanya untuk mengabadikan suara "teolet" bus. Padahal, ada banyak bus yang berlalu lalang di terminal dengan kecepatan tinggi.

"Mereka di sini memang tidak mengganggu, tetapi keselamatannya itu loh. Kadang mereka gak nengok-nengok kalau ada bus yang lewat. Padahal, bus-bus itu melaju kencang, tetapi alhamdulillah belum pernah ada korban," ujar Akmal.

Baca juga: Mengintip Komunitas Pemburu Klakson "Telolet"

Ia menuturkan, tidak ada larangan untuk anak-anak tersebut membuat video bus-bus yang melintas di dalam atau di luar terminal. Tak jarang, Akmal melihat anak-anak itu diantar atau dijemput oleh orangtua mereka sendiri.

Menurut dia, Sabtu dan Minggu merupakan puncak anak-anak berkumpul di terminal untuk memburu suara "telolet" klakson bus. Sejak pukul 12.00 WIB, puluhan anak memadati terminal dengan smartphone di tangan mereka.

Di Terminal Poris, aktivitas semacam itu dimulai sekitar setahun yang lalu. "Dulu banyak orang dewasa dan anak kuliah yang sering ngerekam, tetapi sekarang-sekarang ini anak kuliahnya pergi. Sekarang mereka (anak-anak SD/SMP) yang ngerekam di sini," ujar Akmal.

Kegiatan merekam suara "telolet" bus oleh anak-anak usia SD saat ini menjadi fenomena di berbagai tempat. Berbagai video hasil rekaman mereka tersebar di media sosial.

Jika penasaran, masukkan kata kunci "telolet" di YouTube, sejumlah video tentang "telolet" pun akan muncul.

David Oliver Purba / Kompas.com

Reporter : Uda Deddy Adrian
Editor : Uda Deddy Adrian

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×