Cerita Penyandang Disabilitas yang Hidup Mandiri Berkat Inovasi

  • Selasa, 18 Oktober 2016 11:32 WIB

Para penyandang disabilitas melakukan atraksi menggunakan sepeda roda tiga | Nazar Nurdin

Kendaraan bermotor adalah sarana transportasi satu-satunya setiap hari bagi Mbak Yayuk atau Tri Rahayu,

Penyandang disabilitas itu memanfaatkan sepeda motor untuk bekerja dan beraktivitas di Kota Semarang, Jawa Tengah, tempat tinggalnya.

Sepeda motor yang digunakan adalah berroda tiga hasil modifikasi. Sepeda motor ini memang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas, dengan fungsi yang sama seperti kendaraan lainnya.

Motor roda tiga bagi Yuyuk menjadi sarana, menghantarkannya bekerja setiap hari di pabrik pembuatan sandal.

Junaidi (41), warga penyandang disabilitas dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, juga merasakan hal yang sama. Motor roda tiga yang dipakainya menghantarkannya beraktivitas sehari-hari tanpa bergantung pada orang lain.

Junaidi merasa sungkan jika dirinya terus meminta belas kasihan kepada orang lain. Dia berniat untuk hidup mandiri.

Yayuk dan Junaidi adalah dua sosok dari sekian penyandang disabilitas yang memanfaatkan teknologi inovatif untuk sekadar bertahan hidup.

Baca juga: Curahan Hati Penyandang Disabilitas yang Diturunkan dari Pesawat Etihad Airlines

Pola pikir mereka sederhana. Mereka tidak mau terus menjadi beban, sehingga ada upaya untuk membenahi diri sendiri.

Junaidi, misalnya, harus rela mengeluarkan biaya Rp 2,2 juta untuk mengubah motor matik miliknya. Biaya sebesar itu untuk ongkos pemasangan dan bahan pendukung di bengkel sekitar tempat tinggalnya.

Reporter : Uda Deddy Adrian
Editor : Uda Deddy Adrian

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×