Kisah Pilu Perjuangan Ibu Dampingi Putrinya yang Terkena Kanker Hati

  • Senin, 17 Juli 2017 14:30 WIB

Kondisi Evie Mueller saat berada di rumah sakit didamping sang ibunda | Taylor Fairman

Nova.ID - Bagi hampir seluruh ibu di belahan dunia manapun pasti akan bersedih ketika mengetahui buah hatinya sakit, meskipun itu hanya flu.

Contohnya yang terjadi pada Taylor (27), seorang ibu muda asal Texas, Amerika Serikat yang menderita selama hampir tiga tahun lamanya akibat sakit yang diderita sang putri, Evie Mueller (3).

Dilansir dari Daily Mail, gadis kecil itu tak pernah menunjukkan gejala penyakit apapun semenjak ia dilahirkan. Namun peristiwa mengejutkan terjadi pada Maret 2015 lalu, ketika Taylor menemukan sebuah benjolan pada perut putri cantiknya itu.

Sempat dinyatakan tidak ada masalah oleh seorang perawat, insting seorang ibu yang melekat pada dirinya membuatnya mengambil keputusan untuk membawa Evie ke IGD di Cedar Falls, Iowa.

Mengejutkan! Dokter yang memeriksanya mengatakan Evie terkena hepatoblastoma stadium 4. Hepatoblastoma adalah tumor kanker yang sangat langka yang dimulai di hati. Penyakit ini umumnya menyerang anak diusia 0-3 tahun.

Diperlukan beberapa kali kemoterapi untuk mematikan penyebaran virus hingga ke bagian tubuh lainnya. Sempat dinyatakan sembuh usai menjalankan enam kali kemoterapi. Tahun ini Evie harus kembali ke rumah sakit lantaran perutnya kembali membesar, bahkan lebih besar dari sebelumnya.

"Dia (Evie) anak yang biasa, kami baru saja kembali dari berlibur ke Florida dan semuanya baik-baik saja. Tapi saat aku merasakan benjolan itu, aku tahu ada yang tidak beres. Ini sangat mengerikan, dia telah melewati begitu banyak," ujar Taylor kepada Dailymail.com.

Adapun gejala pada penyakit ini seperti, perut membengkak, sakit perut yang hebat, sakit pada punggung, kulit gatal, mata dan kulit berwarna kuning, bibir pucat, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan mual.

Biasanya penyakit ini bahkan muncul setelah bayi lahir dan baru bisa dideteksi ketika bayi memasuki usia dua hingga tiga tahun, lantaran tumor tersebut biasa bersembunyi di bawah tulang rusuk.

Jika sudah dalam kondisi yang sangat buruk, biasanya akan dilakukan operasi pengangkatan tumor dan dilanjutkan dengan kemoterapi kembali.

Reporter : Amanda Hanaria
Editor : okki margaretha

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×