Misteri Teriakan di Hari Angeline Tiada: "Mama Jangan Pukul Saya"

  • Jumat, 19 Juni 2015 16:00 WIB

Perkara pembunuhan Angeline masih berupa misteri. Pasalnya, banyak kejanggalan yang perlu diungkap lebih dalam. | IST

Agus Tai, tersangka dalam kasus pembunuhan Engeline (sebelumnya ditulis Angeline), kemarin membuat pengakuan baru yang mengejutkan, yang berbeda 180 derajat dari keterangan dia sebelumnya.

Pengakuan pembunuh Angeline itu mengungkap bahwa pembunuh Engeline bukanlah dirinya melainkan seorang ibu dengan inisial M.

Baca: Pengakuan Terbaru Pembunuh Angeline: Ibu M yang Bunuh

Pengakuan baru itu diungkapkan Agus dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Bali pada Rabu (17/6/2015) malam, sehingga mengubah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Agus sebelumnya.

Untuk mengingatkan, sebelumnya Agus mengaku bahwa dirinya adalah pembunuh tunggal Engeline. Bahkan, ia juga mengaku memperkosa Engeline sebelum membunuhnya.

Namun kini, Agus memberikan kenyataan yang berkebalikan 180 derajat.

Menurut Haposan, dalam pengakuan terbarunya Agus menyebut bahwa pembunuhan Engeline dilakukan pada hari Sabtu 16 Mei 2015.  

Baca: Pembunuh Angeline Diancam Tiap Malam: "Itu Rahasia, Kamu Bisa Mati!"

Dalam pemeriksaan oleh penyidik pada Rabu (17/6/2015) malam itu, Agus dicecar 33 pertanyaan. 

Haposan mengatakan, Agus mengaku diperintah untuk merahasiakan pembunuhan tersebut dengan janji imbalan Rp 200 juta.

"Sebenarnya dia tidak mau. Tetapi Agus dibilangi `Kamu harus terima. Kalau nggak kamu terima, nanti kamu akan dihabisi di Bali`," ucap Haposan menirukan keterangan Agus.

Sebelumnya, Agus juga disebut mengatakan bahwa ia melakukan pembunuhan karena dijanjikan imbalan uang Rp 2 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal, usai berbicara dengan Agus yang ditemuinya di Polresta Denpasar pada 13 Juni lalu.

Melanjutkan keterangan baru Agus di depan penyidik, Haposan mengatakan bahwa pada Sabtu 16 Mei itu, Agus mendengar Engeline berteriak `Mama jangan pukul saya`.

Baca: Ketakutan, Tersangka Pembunuh Angeline Minta Didoakan Pendeta

Tak berselang lama, M memanggil Agus. Ketika sampai di kamar M, Agus melihat kondisi Engeline terkulai lemah di lantai.

"Ketika Agus menanyakan hal itu, M menjawab `kamu diam saja`," jelas Haposan.

Mengutip kliennya itu, Haposan mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.00 Wita.

Mengenai keterangan Agus kali ini yang berbeda 180 derajat dari pengakuan dia sebelumnya, Haposan mengatakan bahwa kliennya takut terhadap ancaman yang disampaikan lewat telepon oleh seorang pria agar rahasia itu tidak dibongkar.

Edi Suwiknyo/Tribunnews.com

Reporter : Annelis Brilian
Editor : Annelis Brilian

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×