Nasi Uduk Kebon Kacang Banyak Ditiru Karena Laku (2)

  • Kamis, 24 Juni 2010 13:35 WIB

Noni

"Noni berharap di HUT Jakarta tahun ini, omzetnya meningkat (Foto: Rini Sulistyati) "

RESEP ASLI SEJAK 1950

Lapar di sore hari dan ingin menyantap hidangan yang masih mengepul dari dapur? Berjalanlah menyusuri gang-gang di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang. Bisa ke Gang II, VIII, dan X. Ada beberapa penjual nasi uduk yang lezat di sana.

Salah satunya, Nasi Uduk H. Suryadi di Gang X yang konon sudah berjualan sejak 1950. Kini, usaha almarhum Suryadi diteruskan cucunya, Abu Syahri bersama istrinya. "Dari sembilan cucu Suryadi, hanya suami saya yang jualan nasi uduk," kata Noni, istri Abu Syahri. Sebagai satu-satunya penerus Suryadi, tentu saja resep warisan itu tak akan diganti agar kelezatan nasi dan lauk-pauknya tetap sama.

Tidak sulit menemukan Gang X. Pecinta nasi uduk bisa menyusuri perempatan di seberang pusat perbelanjaan Sarinah di kawasan Thamrin lalu di kiri jalan ada petunjuk Gang X. "Ya, sederhana begini tempatnya. Kami biasa buka sejak jam 15.30 hingga 23.00. Namanya juga rezeki, enggak bisa ditentukan perolehannya. Tapi patokannya, kami biasa menghabiskan 18 liter beras untuk nasi uduk."

Sederet lauk andalan dan sambal kacang disediakan Noni untuk para pelanggannya. "Yang paling banyak disukai, sih, ayam goreng, udang, empal, dan jerohan. Kami baru menggorengnya kembali setelah pembeli memilih lauk yang dikehendaki." Sebungkus nasi uduk berbumbu bawang merah goreng dijual Noni seharga Rp 1.500. Hidangan penutupnya, ada asinan sayur yang diolah langsung oleh Abu Syahri.

Jadi, apa istimewanya nasi uduk H. Suryadi yang digemari banyak artis, pengusaha, dan pejabat pemerintah? "Pelanggan yang sudah tua-tua dan pernah mencicipi olahan kakek Suryadi bilang, kelezatan rasa nasi uduk, sambal dan lauknya, tidak pernah berubah sampai sekarang," kata Noni yang menerima pesanan untuk acara khusus.

Ketika Jakarta berulang tahun, apakah ada efek baiknya buat bisnis nasi uduk? "Biasa saja. Cuma pernah pas ulang tahun Jakarta, Pak Lurah pesan beberapa boks nasi uduk. Kami memang terima pesanan. Bisa diantar atau diambil sendiri. Khusus Ramadhan, kami tutup selama sebulan penuh. Kecuali ada pesanan."

Ellya

"Meski tidak memiliki darah keturunan pelopr nasi uduk Kebon Kacang, Elly nekat menjual nasi uduk. "Prospeknya bagus sih," jelasnya. (Foto: Rini Sulistyati) "

ELLYA "ANTI" AC

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×