Prof. Dr. Yusti Probowati, Ibu Anak-anak Penghuni Lapas

  • Selasa, 28 April 2015 11:14 WIB

TabloidNova.com - Sehari-hari, Prof Dr Yusti Probowati menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya). Ia adalah orang pertama di Indonesia yang memperdalam bidang psikologi forensik. Banyak aktivitas yang diakukan, dari memberikan pelatihan investigasi psikologi kepada para penyidik KPK, hingga menjadi ibu dari anak-anak narapidana di Lapas Anak Blitar.

Sebenarnya bidang apa, sih, psikologi forensik itu?

Psikologi forensik adalah penerapan ilmu psikologi tapi yang terkait dengan masalah hukum, terutama hukum pidana. Beberapa fungsinya di antaranya adalah mendampingi para saksi, korban maupun tersangka saat di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan.

Contohnya?

Dulu saya pernah melakukan pendampingan seorang korban KDRT. Karena tekanan psikologisnya yang hebat, ia tidak bisa memberikan penjelasan dengan baik kepada penyidik sehingga perlu pendampingan selama pemeriksaan berlangsung.

Selain memperdalam ilmu psikologi, apa lagi yang dibutuhkan seorang yang memperdalam psikologi forensik?

Selain mempelajari ilmu psikologi, juga harus mempelajari sistem hukum yang ada. Dalam hal ini harus paham KUHP maupun KUHAP karena ini erat kaitannya.

Bagaimana awalnya Anda menekuni bidang ini?

Kalau menekuni psikologi memang menjadi keinginan saya sejak awal. Menjadi psikolog itu, kan, bidang yang mengasyikkan karena memungkinkan untuk bisa bertemu, berbicara dan mempelajari karakter banyak orang. Tapi kalau pada akhirnya memilih psikologi forensik atau psikologi hukum itu memang tidak bisa lepas dari latar belakang bapak dan ibu saya, Kardjono Diposoekarso, SH, dan Djoewarin, SH, yang keduanya adalah hakim.

Ceritanya, ketika saya masih duduk di bangku sekolah, setiap hari saat makan bersama di meja makan bapak dan ibu seringkali berdiskusi tentang berbagai kasus yang mereka tangani. Karena itu sudah jadi kebiasaan setiap hari, jadi di alam bawah sadar saya sepertinya tertanam tentang persoalan-persoalan hukum.

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×