Sedang Tayang di Bioskop, Berikut Sinopsis Film Jagat Arwah yang Miliki Genre Horor Fantasi

By Widyastuti, Jumat, 30 September 2022 | 07:03 WIB
Sinopsis film Jagat Arwah, tayang di bioskop Indonesia mulai 29 September. (Visinema)

NOVA.id - Sinopsis film Jagat Arwah yang sudah mulai tayang di bioskop sejak kemarin, akan dibahas berikut ini.

Sinopsis film Jagat Arwah, menceritakan tentang kisah Raga (Ari Irham), seorang pemuda dari desa terpencil, yang ingin jadi musisi.

Kematian ayahnya yang terjadi secara mendadak membuatnya curiga dan memutuskan untuk menyelidik: lebih jauh.

Dari situ, ia mengetahui bahwa selama ini ayahnya adalah keturunan penyeimbang Jagat Arwah dan Jagat Manusia.

Melalui bimbingan pamannya, Paklik Jaya (Oka Antara), Raga mempelajari kekuatan dirinya sebagai penerus tradisi keluarga tersebut.

la juga harus bertemu dengan makhluk-makhluk fraib seperti Kuntilanak (Sheila Dara), Genderuwo (Ganindra Bimo) dan Noni Belanda (Cinta Laura). Pertemuan itu alian mengubah hidup Raga selamanya.

Jagat Arwah sendiri menjanjikan horor yang berbeda, Jagat Arwah berhasil diwujudkan dengan istimewa karena berangkat dari kepercayaan klenik yang selama ini dikenal baik oleh masyarakat.

Diramu dengan sentuhan fantasi, film ini menampilkan deretan bintang ternama yang kompak lakukan eksplorasi terhadap karakter yang dimainkan sembari menghormati kisah legenda yang sudah ada.

Terkait genre yang tidak umum, sutradara Ruben Adrian nyatakan mantap akan paduan horor dan fantasi ini.

"Penonton tidak hanya ditakut-takuti, tapi juga dapat gagasan tentang budaya, sejarah, kemanusiaan, pertarungan. Dari dua genre itu, rasanya cukup lengkap. Semua elemen ada," ungkap Ruben.

Baca Juga: Profil dan Biodata Catherine Wilson yang Bakal Jadi Istri Anggota DPRD Sidrap Idham Masse

 

Hal ini ditimpali oleh Tersi Eva Ranti, sang produser "Kalau suka film hantu lokal yang kental background budayanya, Jagat Arwah sudah paling benar. Bukan cuma horor, tapi penonton juga akan merasakan sensasi ala nonton film Hollywood di tengah serbuan Kuntilanak dan Genderuwo."

Untuk dapat hasilkan gambar-gambar dengan efek CGI (computer generated imagery) yang mewah dan memukau, Visinema Pictures bekerjasama dengan studio Dreamcatchers, sebuah visual effects and animation studio pemenang penghargaan di Indonesia, yang disi oleh kumpulan desainer lokal berbakat.

Di tangan studio Dreamcatchers, serbuan kabut, ledakan dahsyat, hingga arwah gentayangan berhasil membawa pengalaman menonton film ke level lebih tinggi. (*)