Cegah Dengue dari Sekarang, Ini Langkah Lindungi Tabungan Keluarga

Kamis, 17 September 2026 | 16:20
Dok.KOBAR Lawan Dengue

Suasana gelaran 9th Asia Dengue Summit 2026 di Singapura

Pihak pasien dan keluarga diperkirakan masih harus menanggung biaya mandiri (out-of-pocket) sebesar 3,5 triliun di luar tagihan medis. Biaya non-medis yang membengkak meliputi pengeluaran transportasi harian ke rumah sakit, biaya konsumsi, hingga akomodasi bagi pendamping pasien selama masa perawatan.

Tidak hanya itu keluarga juga harus kehilangan potensi pendapatan akibat orang tua yang tidak dapat bekerja karena fokus merawat anggota keluarga yang sakit.

Diluar sistem JKN, beban finansial ini terasa jauh lebih berat, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki perlindungan asuransi memadai. Bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, satu episode sakit dengue saja dapat membebankan sebagian besar pengeluaran rumah tangga dalam sebulan.

Pentingnya Biaya Mandiri dan Evaluasi Efektivitas Vaksinasi

Peneliti senior Universitas Gadjah Mada, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA., M.Kes., menilai temuan ini menuntut perhatian serius dari lintas sektor. Temuan tersebut menegaskan bahwa dengue menimbulkan beban ekonomi nasional yang besar karena menyentuh sistem pembiayaan kesehatan sekaligus keuangan internal keluarga Indonesia.

"Yang penting dicermati, JKN belum menghapus beban ekonomi di tingkat rumah tangga. Pasien yang tercakup JKN tetap akan mengeluarkan biaya mandiri (*out-of-pocket*) rata-rata Rp1,09 juta hingga Rp1,33 juta per episode," ujar Dr. Diah Ayu Puspandari.

Ia juga menambahkan bahwa pada pasien tanpa asuransi, angkanya jauh lebih tinggi, yakni mencapai Rp4,27 juta hingga Rp5,60 juta per episode sakit. Beban ekonomi ini berdampak lebih berat bagi keluarga berpenghasilan rendah, sehingga pencegahan dengue menjadi cara nyata untuk meringankan tekanan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.

Besarnya dampak kesehatan dan biaya ini membuat langkah pencegahan sangat penting untuk memutus penularan dengue. Selain cara biasa seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSn) 3M Plus, gerakan Jumantik, dan pemantauan penyebaran penyakit, pemberian vaksinasi bisa menjadi langkah tambahan yang makin memperkuat pencegahan.

Studi dari center for Child Health (CCH-PRO) Universitas Gadjah Mada Menunjukkan hasil positif mengenai vaksinasi ini. Program vaksinasi dengue untuk anak sekolah terbukti hemat biaya, bahkan bisa menghemat pengeluaran masyarakat secara keseluruhan.

Studi tersebut memproyeksikan bahwa program vaksinasi dapat mencegah 1,1–1,3 juta tahun hidup sehat yang hilang (Disability-Adjusted Life Years/DALY) akibat dengue selama periode 20 tahun.

Baca Juga: Mengenali Tanda Bahaya DBD dan Mengapa Pencegahan Dini Jadi Kunci Utama

Dari sudut pandang BPJS Kesehatan, setiap DALY yang berhasil dicegah membutuhkan tambahan biaya sekitar USD 1.489–1.854, yang berada jauh di bawah ambang batas kewajaran ekonomi di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, dari perspektif masyarakat yang lebih…
Tag

Baca Lainnya