Cegah Dengue dari Sekarang, Ini Langkah Lindungi Tabungan Keluarga

Kamis, 17 September 2026 | 16:20
Dok.KOBAR Lawan Dengue

Suasana gelaran 9th Asia Dengue Summit 2026 di Singapura

Sementara itu, dari perspektif masyarakat yang lebih luas, program ini justru menghasilkan penghematan bersih sebesar USD 329,3–731,5 juta. Penghematan ini terutama diperoleh dari berkurangnya kerugian produktivitas kerja orang tua dan biaya akibat ketidakhadiran anak di sekolah.

Investasi pencegahan ini memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih positif dibandingkan hanya bertumpu pada penanganan kasus saat pasien sudah jatuh sakit. Temuan ini memperkuat pentingnya mempertimbangkan vaksinasi dengue sebagai bagian dari strategi pencegahan nasional yang terintegrasi bersama inovasi lain seperti teknologi Wolbachia, penguatan surveilans, deteksi dini, dan tata laksana klinis.

Komitmen Pemerintah dan Gerakan Bersama Lawan Dengue

Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, M.Kes, M.M.R, menegaskan bahwa dengue dapat dikendalikan bila ditangani secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, dengue masih menjadi persoalan kesehatan serius yang setiap tahun merenggut nyawa, tetapi ini bukan penyakit yang tidak dapat dikendalikan.

Melalui momentum ASEAN Dengue Day 2026, KOBAR mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, hingga organisasi masyarakat sipil untuk membangun gerakan nasional. Gerakan ini berfokus pada pencegahan, deteksi dini, pengendalian vektor, inovasi kesehatan, dan edukasi yang berkelanjutan.

Kabar baiknya, upaya pencegahan dengue kini makin kuat dengan adanya berbagai inovasi kesehatan. Pemanfaatan teknologi Wolbachia dan vaksinasi dengue dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pencegahan yang lebih luas demi melindungi masyarakat.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi dengue pada anak usia sekolah berpotensi memberikan nilai ekonomi yang baik bagi Indonesia. Ini saatnya kita melihat pencegahan sebagai investasi, bukan sekadar biaya," tegas dr. H. Suir Syam.

KOBAR Lawan Dengue juga menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan dalam mendorong penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029. Temuan ekonomi dan klinis terbaru memperkuat tujuan peta jalan ini sebagai kerangka bersama untuk menggeser pendekatan penanggulangan dari penanganan kasus menjadi pencegahan proaktif.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, menyampaikan komitmen penuh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya dengue. Pemerintah berkomitmen mencapai Zero Dengue Deaths 2030 melalui penguatan upaya pengendalian dengue yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Upaya pencegahan dengue harus dipandang sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan ketahanan bangsa, bukan sekadar biaya yang harus ditanggung," ujar dr. Benjamin Paulus Octavianus.

Baca Juga: Kasus Dengue Melonjak 28 Kali Lipat, Jakarta Perkuat Perlindungan dengan Kolaborasi

Sebagai wujud komitmen tersebut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun RAN Pengendalian Dengue 2026–2029 sebagai pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus utamanya mencakup penguatan surveilans, pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, serta kolaborasi lintas kementerian dan sektor guna menurunkan beban dengue di Indonesia.

Dari perspektif ekonomi dan dunia usaha, pengendalian dengue menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas tenaga kerja, keberlangsung bisnis, serta ketahanan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan agenda KADIN yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa.

Halaman Selanjutnya

Guna menghadapi ancaman dengue yang makin meningkat,…
Tag

Baca Lainnya