Sudah Tahu, Perbedaan Mencolok Pekerja Zaman Dulu dan Sekarang?

By nova.id, Rabu, 11 Maret 2015 | 12:08 WIB
Sudah Tahu Perbedaan Mencolok Pekerja Zaman Dulu dan Sekarang (nova.id)

TabloidNova.com - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Accenture, perusahaan global yang bergerak di bidang konsultan manajemen, layanan teknologi, serta outsourcing, melakukan riset tahunan terkait perempuan dan karier.

Tahun ini, Accenture melakukan riset terhadap 3.600 profesional dari 30 negara, termasuk Indonesia. Responden asal Indonesia yang mengikuti riset ini, 32 persennya adalah generasi milenial, sementara 35 persen Gen X, dan 33 persen baby boomers.

Generasi milenial atau biasa disebut Gen Y, adalah mereka yang lahir pada akhir dekade 1970 hingga awal dekade 1990-an.

Sementara Gen X, adalah mereka yang lahir sekitar tahun 1965 hingga awal dekade 1980-an. Terakhir, baby boomers adalah mereka yang lahir sebelum tahun 1965.

Tema yang diambil pada riset karier teranyar ini, yakni #ListenLearnLead, tentu dipilih bukan tanpa alasan. Mengingat, kemampuan mendengar di tempat kerja pada era digital ini semakin minim. Mengapa demikian? Ditengarai, ini disebabkan oleh pekerja yang sudah terbiasa melakukan multitasking.

Sebanyak 42 persen responden yang berasal dari Indonesia, mulai dari level entry hingga manajer, mengakui bahwa mereka menghabiskan 50 - 74 persen waktu kerjanya dengan multitasking. Hal ini diperkuat fakta bahwa berbagai pekerjaan dapat dengan mudah dikerjakan melalui perangkat ponsel. 

Menariknya, dari angka tersebut, terungkap perbedaan pekerja di era baby boomers, gen X, dan milenial.

Pasalnya, 52 persen responden Indonesia yang termasuk kategori milenial mengaku sering melakukan multitasking, sementara pada gen X adalah 51 persen. Perbedaan yang mencolok, hanya 24 persen generasi baby boomers yang mengaku terbiasa dengan multitasking.

"Mereka yang termasuk generasi milenial, melihat multitasking as a default. Mereka menganggap itu memang sudah seharusnya. 'Memang, kenapa kalau multitasking? Memang begitu adanya, kok' gitu. Sementara kalau baby boomers, mayoritas merasa tak setuju dengan multitasking ini. Misalnya, mereka paling sebal kalau lagi meeting masih ada yang pegang handphone," terang Neneng Goenadi, Country Managing Director Accenture Indonesia, pada acara Accenture International Women's Day 2015 yang diselenggarakan di Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta.

Meski demikian, dari riset yang sama juga ditemukan bahwa 72 persen responden Indonesia berpendapat, multitasking merupakan kemampuan yang membuat mereka bisa menghasilkan atau menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Annelis Brilian