Mitos Wanita Karier Setelah Punya Anak

By nova.id, Senin, 19 Mei 2014 | 01:00 WIB
Mitos Wanita Karier Setelah Punya Anak (nova.id)

Mitos Wanita Karier Setelah Punya Anak (nova.id)

"Foto: Getty Images "

1. Penghasilan SetaraSayangnya, anggapan ini keliru. Pada tahun 2012, Institute for Women's Policy Research (IWPR) di Amerika Serikat mengadakan penelitian yang membahas mengenai penghasilan pria dan wanita.

Ternyata, penghasilan wanita hanya 77 persen dibandingkan penghasilan total para pria. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh negara. Di Amerika Serikat saja, negara yang kerap menggaungkan emansipasi, pendapatan wanita hanya 0,82 sen untuk setiap 1 dolar yang didapatkan pria.

Akan tetapi, hal ini bukan akhir segalanya. Anda bisa meniru trik pria yang tak canggung mempromosikan dirinya di depan atasan. Para konsultan karier juga menyarankan agar Anda berani meminta kenaikan gaji, berpakaian yang sesuai dan modis, dan jangan biarkan siapa pun berpikir Anda akan "menyerah" setelah memiliki anak. Sebaliknya, Anda mesti mengejar kesempatan untuk menggawangi proyek perusahaan yang mumpuni.

2. Berhenti Bekerja Setelah Memiliki AnakFaktanya, para wanita memutuskan mundur dari karier cemerlang setelah memiliki anak karena suami yang enggan turun tangan mengurus buah hati. Alasan lainnya adalah para atasan yang tidak mendukung para ibu bekerja. Misalnya, sulit memberikan waktu luang untuk para ibu memerah ASI. Jadi, sebelum Anda memutuskan memiliki anak, pastikan perusahaan dan atasan memiliki kebijakan yang mendukung para ibu bekerja. Selain itu, buktikan bahwa kualitas pekerjaan Anda tak akan berubah meski Anda sudah memiliki anak.

3. Karier Suami Lebih PentingZaman dulu, mungkin benar bila ada anggapan bahwa pria lah satu-satunya tulang punggung keluarga. Tapi, di masa kini, wanita juga bisa memiliki penghasilan yang lebih tinggi. Hapus pula pikiran bahwa karier suami lebih penting. Pasalnya, karier Anda berdua sama-sama penting.

Asal tahu saja, wanita bekerja cenderung tidak mudah stres. Pekerjaan Anda pun membuat berbagai kesempatan terbuka lebar. Salah satunya, jika suami ingin membuka usaha sendiri atau ia malah kehilangan pekerjaan. Karier yang masih dalam genggaman membuat Anda berdua tak perlu khawatir soal memenuhi kebutuhan rumah tangga.

 Astrid Isnawati/Dari Berbagai Sumber