Beredar Isu Soal Putra Sulung Jokowi dan Dua Terpidana Mati Asal Australia

By nova.id, Senin, 9 Maret 2015 | 12:35 WIB
Beredar Isu Soal Putra Sulung Jokowi dan Dua Terpidana Mati Asal Australia (nova.id)

Tabloidnova.com - Jelang eksekusi mati dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukamaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali didera isu tak sedap, yang berembus sejak Senin (9/3).

Seperti dilaporkan media asal Australia, News.com.au, Senin (9/3) eksekusi terhadap dua terpidana mati duo asal Australia yang populer disebut duo "Bali Nine" itu resmi kembali ditunda.

Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo menegaskan, "Tidak ada penundaan. Hanya waktunya memang tidak disampaikan kapan (eksekusinya). Masa disampaikan kapan? Ya, ndak bisa," tutur Jokowi saat meninjau pertanian padi di Desa Ngliron, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (7/3). 

Akan tetapi, di balik penundaan itu telah berembus isu yang muncul di lingkaran keluarga Presiden Jokowi. Pasalnya, Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi diisukan meminta sang ayah mengampuni dua warga Australia terpidana mati.

Isu ini muncul ke permukaan lantaran Gibran disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Australia. Terlebih lagi ia dikatakan pernah menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Sydney, Australia.

Saat dikonfirmasi mengenai berita yang dilansir sejumlah media Australia itu, ditemui Solo (Jawa Tengah), Gibran menyangkal semua isu yang muncul tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tak pernah menempuh studi di Sydney.

"Aku sangat mendukung kebijakan hukuman mati. Aku juga mau mengatakan (mengonfirmasi) bahwa aku tidak penah belajar di Australia. Aku belajar di Singapura. Jadi, berita itu tidak benar," tandasnya.

Tak banyak informasi yang menurut Gibran ia dapatkan dari sejumlah media asal Australia. Setelah menjawab sejumlah pertanyaan seputar rumor tersebut dari awak media, Gibran pun langsung berlalu begitu saja.

Intan Y. Septiani

SUMBER: TRIBUN NEWS