Beda Nyeri & Sakit Kepala

By nova.id, Selasa, 5 Februari 2013 | 09:35 WIB
Beda Nyeri Sakit Kepala (nova.id)

Beda Nyeri Sakit Kepala (nova.id)

"Ilustrasi "

Tegang

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling umum dan 90 persen orang pernah mengalaminya. Gejala yang dialami adalah sesak di otot-otot kepala, bagian belakang leher, dan dahi. Nyerinya bisa terasa ringan hingga sedang. Biasanya penyakit ini dipicu oleh stres atau kelelahan.Untuk mengatasinya, lakukan beberapa latihan pernapasan, seperti yoga yang lembut, tidur siang, atau meditasi. Jika Anda ingin dibantu obat, minumlah obat penghilang rasa sakit, semisal ibuprofen dan naproxen .

Migrain

Banyak yang keliru mendeskripsikan sakit kepala migrain sebagai sakit kepala yang disebabkan oleh sinus. Migrain adalah suatu kondisi neurologis yang disebabkan oleh "saklar" yang terlalu reaktif di dalam batang otak. Gejalanya ditandai dengan nyeri berdenyut, sensitivitas terhadap cahaya, suara, bau, mual dan muntah, serta gejala lainnya. Dua puluh persen dari penderita, sebelum rasa sakit timbul, biasanya memiliki gangguan visual. Rasa nyeri yang dirasakan bisa sangat parah.

Banyak hal yang memicu penyakit ini. Beberapa di antaranya, stres, perubahan hormonal, perubahan cuaca, dan makanan. Obati penyakit ini dengan merubah gaya hidup dan bebas stres.

Sinus

Sama seperti migrain, banyak yang salah mengira mereka terkena migrain saat sakit kepala ini menyerang. Hampir setengah dari penderita sinus hidungnya berair atau tersumbat, mata berkaca-kaca, bahkan kadang disertai demam. Pemicunya tentu saja infeksi sinus akut.

Cluster

Jenis sakit kepala ini sangat langka. Biasanya terjadi pada laki-laki yang senang mengkonsumsi alcohol dan perokok berat. Rasa nyeri terjadi intens, setiap hari, selama satu hingga dua jam dalam beberapa minggu.

Menurut beberapa dokter, cluster disebabkan oleh hipotalamus, yaitu bagian dari otak yang mengontrol tubuh. Gejala yang dirasakan adalah nyeri yang seakan-akan menembus belakang salah satu mata. Rasa yang ditimbulkan sangat menyiksa penderitanya. Nyeri ini bisa disembuhkan dengan menyuntikkan obat ke bagian belakang kepala. Ester Sondang/www.health.com