Cholidi Asadil Alam: Saya Bukan Hanya Cari Uang, Tapi Juga Ketenangan

By nova.id, Minggu, 5 Juli 2015 | 03:00 WIB
Cholidi Asadil Alam (nova.id)

Tabloidnova.com - Jika dilihat dalam beberapa sinetron, karakter yang diperankan pria yang biasa dipanggil Ody ini tak pernah jauh dari sosok pria yang menempatkan tingkah lakunya sesuai ajaran Islam dan rajin beribadah. Seperti ketika menjadi Azzam dalam film dan sinetron Ketika Cinta Bertasbih. Demikian pula sebagai Ustaz Ghofar di sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series.

Walau begitu Ody mengaku sebenarnya ia juga sering mendapat tawaran akting yang mengharuskannya dekat dengan perempuan. “Pernah ditawari adegan mengendarai motor besar memboceng cewek, saya enggak mau. Saya juga menolak tawaran iklan rokok. Bukan menghakimi perokok. Silakan saja, tetapi saya enggak mau terlibat apa pun soal rokok,” ungkap Ody yang diiming-imingi honor besar dari tawaran iklan rokok tersebut.

Namun bagi Ody uang bukan segalanya. “Nominal honornya besar. Katanya bisa enggak kerja setahun. Alhamdulillah, keluarga saya santri, jadi saya diajari cari pekerjaan harus yang baik. Bukan hanya cari uang, tapi juga ketenangan,” katanya.

Baca: Mengapa Shireen Sungkar Serba Salah Soal Poligami dan Jenggot Teuku Wisnu?

Selain menjadi aktor, pemuda kelahiran Pasuruan, Jawa Timur itu mengaku tetap melakukan syiar. Ia juga berusaha menyelesaikan kuliahnya di jurusan broadcasting di Universitas Al Azhar, Jakarta. Ody memang punya beragam aktivitas yang dijalaninya. Seperti menjadi pembicara seminar tentang pendidikan Islam, mengisi tablig akbar hingga pengajian di Hong Kong. “Semua ini karena doa orangtua,” kata Ody yang juga hobi memasak.

Hobi tersebut dijadikannya sebagai ladang penghasilan dengan membuka kedai ayam bakar tulang lunak di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Yogyakarta, dan Sidoarjo. “Makanannya khas Bangil, Jawa Timur. Saya masak sendiri. Kalau pulang syuting, belanja ke pasar, ngangkat karung, masak. Pokoknya, bukan kegiatan artis,” tambahnya.

Ia mengaku memiliki 25 macam bumbu rahasia. Resep tersebut pernah ditawar orang, namun ditolak. “Waktu itu ada yang mau menukar resep dengan sebuah mobil, enggak saya kasih,” ujar Ody. Baginya mendapatkan rezeki itu ibarat jodoh. “Alhamdulillah, rezeki sudah ada yang mengatur. Selama Ramadan saya tur khotbah Jumat di Samarinda, Solo, Surabaya, dan Jakarta. Semoga Allah memberi jalan,” ujar Ody yang tahun ini berencana mengakhiri masa lajangnya. Namun, ia masih enggan bercerita soal sosok perempuan yang kabarnya sudah ia lamar April silam. “Dia orang Jawa. Namanya? Nanti saja. Yang jelas sudah mendapat restu dari kedua orang tua,” pungkasnya.  

Tumpak Sidabutar