Rusuh Rutan Salemba, Polisi Lakukan Razia

By nova.id, Jumat, 20 September 2013 | 07:11 WIB
Rusuh Rutan Salemba Polisi Lakukan Razia (nova.id)

Pasca kejadian rusuh di Rumah Tahanan Salemba, Kamis (19/9) sekitar pukul 18.30 WIB kemarin sontak menarik perhatian masyarakat. Sedikitnya 6 orang terluka akibat senjata tajam yang ikut berbicara saat kerusuhan terjadi. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto membenarkan kerusuhan tersebut menimbulkan korban. "Ada 2 orang yang parah sehingga harus dirujuk ke RS POLRI Kramat Jati.  Sedangkan 4 orang korban dirawat di klinik Rutan Salemba," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda, Jumat (20/9).

 Sebenarnya, awal kejadian dipicu masalah hutang piutang sesama napi. Salah seorang napi bernama Alif memiliki hutang sejumlah Rp 100 ribu kepada napi lain bernama Indra. Indra telah berulang kali menagih uang tersebut namun Alif tak kunjung membayar. Puncaknya, Kamis kemarin Indra menagih dengan sedikit emosi sehingga sempat terjadi ketegangan. Saat keduanya berkelahi, orang-orang di sekitar ikut terbawa emosi. "Berdasarkan pemeriksaan, orang-orang disekitar mereka juga ikut melakukan perkelahian," papar Rikwanto.

 Suasana rutan yang memanas membuat perkelahian meluas. Bahkan beberapa pelaku sempat menggunakan senjata tajam berupa golok, pisau dan senjata tajam buatan. Akibatnya, beberapa orang turut  terkena sabetan senjata tajam. "Tapi yang berselisih (Indra dan Alif), mereka berdua tidak luka," ujar Rikwanto menegaskan.

 Hari ini (20/9), Polres Jakpus akan periksa beberapa saksi terkait kerusuhan tersebut.  "Yang diperiksa tentunya, mereka yang bertikai, juga sipir rutan serta korban, baik yang dirawat di klinik maupun di rumah sakit," ujar Rikwanto.

 Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak rutan untuk merazia sajam di rutan. "Apalagi waktu polisi datang semalam, senjata tersebut (yang digunakan menyabet korban) sudah tidak di tempat.  Ini akan dirazia agar tidak lagi timbul perkelahian serupa," ujar Rikwanto.

 Selain itu, pemeriksaan terhadap 6 orang saksi juga ditujukan  untuk mengetahui kedua orang sumber perkelahian ini narapidana kasus apa, berapa lama sudah di rutan, dan apakah sudah kebiasaan di rutan terjadi keributan serupa. Sementara waktu, polisi menanti 2 korban luka serius, yakni J (menderita luka di kepala dengan 3 sabetan sajam, luka di kening, bahu dan pergelangan tangan) dan F (menderita luka sobek di bahu kanan).

 "Akan ada patroli besar-besaran dari Polda dan kita akan lakukan pemantauan terus," tandas Rikwanto .   Laili