Weli Tewas di Pangkuan Istri

By nova.id, Rabu, 3 April 2013 | 05:44 WIB
Weli Tewas di Pangkuan Istri (nova.id)

Weli Tewas di Pangkuan Istri (nova.id)

"ILustrasi "

Teriakan minta tolong beberapa saat setelah bunyi petir menggelegar membuat Karmini (46) keluar rumah. Warga Nalegong, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan ini segera memburu ke arah suara minta tolong.

"Saya melihat tetangga saya, Weli Aliya terkapar dan kepalanya dalam pangkuan istrinya," kata Karmini dalam laporan polisi. Ia segera menolong dan memberi tahu warga yang lain. Namun nyawa korban tak tertolong dan diperkirakan tewas akibat Tersambar Petir. Saat kejadian korban sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya, Senin (1/4/2013) sore.

Saat itu hujan turun rintik-rintik di kaki Gunung Palasari yang merupakan tempat tinggal korban. Saat itu korban masih bekerja di sawah yang berada persis di belakang rumahnya. Tiba-tiba petir menyambar dan kebetulan korban posisinya ada di dekat tiang listrik.

Korban ambruk dan kepalanya sempat membentur tembok pembatas sawah. Setelah mendengar suara petir yang keras, istri korban bergegas ke belakang rumah. Korban ditemukan terkapar di pematang sawah. "Korban ditemukan sedang terkapar dan coba dibangunkan istrinya sambil berteriak minta tolong," kata polisi, kemarin.

Beberapa warga menduga kematian korban bukan karena disambar petir. "Saat petir menyambar dan menggelar, dia terjatuh dan kepalanya membentur tembok pembatas sawah," kata Muhidin (51), warga Nalegong.

Sumber: Tibunnews