Bahu Membahu Entaskan Gizi Buruk di Tangsel

By nova.id, Rabu, 27 Maret 2013 | 02:49 WIB
Bahu Membahu Entaskan Gizi Buruk di Tangsel (nova.id)

Bahu Membahu Entaskan Gizi Buruk di Tangsel (nova.id)

"Foto: Laili/NOVA "

Kendati belum tercatat sebagai kota berangka kejadian gizi buruk tinggi, pemerintah kota Tangerang Selatan tetap menggalakkan Posyandu dan  Puskesmas dalam memantau status gizi anak-anak di wilayahnya. Dalam sambutannya, Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany, mengatakan harapannya agar Tangsel menjadi kota layak anak. Demi mewujudkannya, Airinmencoba tetap berinovasi meningkatkan kualitas hidup anak-anak khususnya balita di wilayahnya.

"Semoga Tangerang Selatan bisa menjadi rumah kita bersama. Mari ciptakan kota yang aman, nyaman dan kondusif untuk tinggal dan berkembang," ungkapnya kepadatabloidnova.comketika ditemui di acara peluncuran resmi Program Terpadu Intervensi Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Komunitas, Selasa (26/3).

Program yang merupakan hasil kerjasama banyak pihak ini sebenarnya telah  berjalan sejak Oktober 2012 lalu. Awalnya, program ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Yayasan ACT (Aksi Cepat Tanggap) di Kelurahan Pondok Cabe Udik dan Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Banten karena melihat ada sebuah komunitas masyarakat yang tersisihkan secara ekonomi. Kondisi ini timpang dengan pembangunan yang pesat di daerah sekitarnya sehingga menimbulkan keprihatinan.

Pada perkembangannya seluruh elemen yang memiliki kepedulian melibatkan diri diantaranya, PT Neslte - Indonesia, Carrefour-Indonesia (PT. Trans Retail Indonesia), Kemeneg PPA  RI dan Kemenkesh RI. Program inipun kini terus berjalan memantau perkembangan anak-anak di wilayah Tangsel juga memberikan beberapa bantuan bahan makanan dan susu yang dibutuhkan para ibu di wilayah tersebut.

"Selain memberikan edukasi dan pemantauan status gizi balita dan anak-anak, kami juga memberikan pemahaman kemandirian ekonomi dan kewirausahaan bagi para orangtua agar program ini berkesinambungan," ungkap Shafie Shamsuddin, Presdir PT. Trans Retail Indonesia.

Laili