Ketika Mantan Bidan Beralih Peran (2)

By nova.id, Kamis, 14 Februari 2013 | 03:11 WIB
Ketika Mantan Bidan Beralih Peran 2 (nova.id)

Ketika Mantan Bidan Beralih Peran 2 (nova.id)
Ketika Mantan Bidan Beralih Peran 2 (nova.id)

"Kami masih terus memburu bayi-bayi yang baru saja dijual HS, ujar Hengki. (Foto: Hasuna / NOVA) "

"Peluang Ekonomi"

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Dr. Ida Ruwaida menilai, "korban" dalam kasus perdagangan bayi yang diungkap Polres Metro Jakarta Barat bisa dilihat dari dua indikasi. Pertama, orangtua yang memang tertipu antara lain karena tidak adanya informasi yang jelas, adanya eksploitasi dan pemanfaatan yang dilakukan pelaku perdagangan. Kedua, orangtua yang memang melakukannya dengan kesadaran bahwa yang dilakukannya itu merupakan bentuk transaksional. Keduanya kebanyakan memang berasal dari kalangan masyarakat miskin atau sangat miskin.

"Bagi kelompok kedua ini, memperdagangkan bayi merupakan pilihan yang dianggap rasional dengan beragam motivasi, antara lain faktor ekonomi. Ditambah dengan adanya pengaruh dari pihak lain, mereka menjadikan hal ini sebagai "peluang ekonomi" atau "peluang pendapatan". Apalagi, bagi pasangan tertentu, "memproduksi" anak bukanlah hal yang sulit. Lalu mereka juga bisa membuat alasan, daripada anak ini bersama keluarganya, lebih baik bersama orang lain," jelas Ida.

Ditambah lagi, imbuhnya, budaya masyarakat Indonesia masih membuat mereka menganggap bahwa kelahiran sebagai sesuatu yang alami, bukan direncanakan secara matang. Praktik sindikasi penjualan bayi, menurut Ida, subur berkembang di masyarakat karena banyak faktor. Antara lain, sistem pendataan kependudukan yang rendah. "Seharusnya, kita mampu mencatat siapa saja di lingkungan kita yang hamil, melahirkan di mana. Sehingga, setiap bayi yang dilahirkan bisa diketahui dan dicatat resmi."

Lemahnya sistem keamanan di klinik bersalin maupun rumah sakit juga membuat orang dengan mudah meninggalkan bayi yang ia lahirkan atau penculik bayi masuk dan beraksi. Seharusnya, menurut perempuan berjilbab ini, bidan sebagai penyedia jasa kesehatan turut berkontribusi dengan aktif melakukan pendataan ibu hamil di lingkungan sekitarnya dan melakukan penyadaran akan hak hidup anak untuk tumbuh dan berkembang. "Kurangnya efek jera bagi para pelaku dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya perdagangan bayi juga ikut berperan."

Hasuna Daylailatu