Ketika Ana Jokowi Bertemu Nafsiah Iskan di Kampung Bandan

By nova.id, Senin, 11 Februari 2013 | 11:19 WIB
Ketika Ana Jokowi Bertemu Nafsiah Iskan di Kampung Bandan (nova.id)

Ketika Ana Jokowi Bertemu Nafsiah Iskan di Kampung Bandan (nova.id)

"Ana Jokowi. Foto Dok. Pribadi "

Sejak Jokowi menjadi  Orang Nomor 1 di  DKI Jakarta, Iriana menemani Jokowi sendirian di rumah dinasnya di Menteng. Putra sulungnya, Gibran tinggal di Solo karena memiliki bisnis catering dan gedung pertemuan yang amat menyibukkannya. Lalu putri keduanya Kahiyang Ayu, juga tinggal di Solo lantaran masih kuliah. Sementara si bungsu masih kuliah di Singapura. Praktis, bila Jokowi sibuk dengan kegiatannya, Iriana akan sendirian di rumah. Ia begitu bahagia kala ada kesempatan untuk bertemu  dan melepas rindu dengan buah hatinya.

Sayangnya, sebagai Ketua Umum TimPenggerak PKK DKI, Iriana, kini tak bisa sesering mungkin bolak-balik Jakarta-Solo bertemu dengan putra-putrinya. Tapi sebagai orangtua yang baik, Jokowi dan Iriana bagi-bagi tugas tetap memperhatikan puta-putrinya itu. Seperti Jumat (8/2) malam lalu, kala Jokowi masih disibukkan dengan tugas kedinasannya, Iriana pun meluncur ke Bandara Soekarno-Hatta untu menjemput putri satu-satunya yang akan berakhir pekan di Jakarta. Apakah Kahiyang selalu berakhir pekan di Jakarta untuk menemani kesendirian Iriana kala Jokowi sibuk? "Tidak," tegas Iriana.

Beberapa jam sebelum menjemput anak, Jumat (8/2) siang Iriana masih berada di tengah-tengah warganya. Ia bersama Nafsiah, istri Menteri BUMN, Dahlan Iskan, bersama-sama mengadakan bakti sosial ke Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Kesempatan pergi berdua itu terjadi kata Iriana, lantaran sudah janjian lebih dulu. Siapa yang mengajak janjian lebih dulu? Iriana cuma tertawa. "Dijawab enggak, ya?" ucapnya bercanda.

Iriana ternyata tak hanya mengajak Nafsiah saja ke perkampungan padat itu. Jadi tak perlu ditafsirkan macam-macam, kenapa dirinya bersama-sama dengan Nafsiah. "Bu Ahok juga ada, kok," tambahnya. Namun ibu tiga anak itu juga tidak mau berterus-terang  besarnya dana dan sumber dana yang ia pergunakan untuk membeli ratusan seragam sekolah, sepatu dan tas sekolah, serta beras untuk membantu warganya itu. "Kami datang benar-benar niatnya ikhlas membantu. Kami membagikan seragam, sepatu, tas, dan beras."

Rini