Cerita Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Tentang Rumah Masa Depan

By nova.id, Kamis, 14 Agustus 2014 | 07:41 WIB
Cerita Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Tentang Rumah Masa Depan (nova.id)

Cerita Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Tentang Rumah Masa Depan (nova.id)

"Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto (Foto: Okki) "

Tabloidnova.com - Memiliki rumah masa depan yang sesuai dengan keinginan menjadi cita-cita semua orang, termasuk pasangan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto. Rio mengaku baru saja membeli sebidang tanah yang nantinya akan dibangun sebuah rumah masa depan untuknya dan istri tercinta, Atiqah. Diceritakan Rio, tanah yang ia beli di Canggu, Bali itu baru akan dibangun satu atau dua tahun ke depan.  "Aku baru beli tanah di sana, tapi tanah dulu ya. baru tahun depan depan sih dibangunnya, akan tinggal bersama Atiqah disana. Ya, buat rumah masa depan lah," kata Rio saat dijumpai tabloidnova.com di acara Syukuran film 'Bulan di Atas Kuburan', The Energy Building, Jalan Jend Sudirman SCBD, Jakarta Pusat, Kamis (14/8).  Menurut Rio, tanah seluas tiga Are itu terletak diantara hamparan sawah dan jaraknya dekat sekali dengan pantai. Selama tiga bulan, Rio sendiri yang sibuk mencari-cari tanah yang sesuai dengan keinginannya dan Atiqah. "Awalnya mau di Ubud, tapi kalau mau ke tempat gaul agak jauh, jadi kalau di Canggu enggak jauh banget," kata Rio memberi alasan.  Jika Rio lebih terbuka dengan rencana pembelian rumah di Bali dan akan pindah kesana, lain halnya dengan Atiqah yang lebih tertutup. "Itu Rio yang investasi tanah disana. Memang aku dari kecil kebayang, aku tipe anak laut banget, suka pantai dan santai, ya diinvestasi kan enggak ada salahnya. Sambil merencanakan hari tua yang ideal lah,"ujar  Atiqah.  Jika Rio bertugas mencari tanah dan membangun rumah, Atiqah 'bertugas' untuk mengurusi konsep yang akan menghiasi rumah mereka nantinya. "Aku pengin rumah lebih terbuka. Pasti sebanyak-banyaknya cahaya. Aku lebih suka mengkombinasi segalanya. Aku enggak suka satu tone, perpaduan minimalis dengan klasik untuk interior, jadi kesatuan kontemporer," tandas Atiqah.  Okki/Tabloidnova.com