Jude Law Ajak Teman-teman Artis Ikut Petisi Selamatkan Kampung Pengungsi Anak

By nova.id, Jumat, 26 Februari 2016 | 10:00 WIB
Jude Law menengok keadaan ratusan pengungsi anak yang tinggal di kampung transisi yang dikenal dengan nama The Jungle. (nova.id)

TABLOIDNOVA.COM - Giliran Jude Law yang menunjukkan kepeduliannya pada pengungsi anak-anak. Minggu kemarin ia menyusuri tanah becek di pinggiran Calais, Perancis untuk menengok keadaan ratusan pengungsi anak yang tinggal di kampung transisi yang dikenal dengan nama The Jungle itu. Ditemani dengan aktor yang berakting dalam film Hunger Games, Toby Jones dan aktor teater kaliber Tony Award, Tom Stoppard, Jude kemudian mengumumkan hasil pemantauannya mengenai kondisi perkampungan pengungsi itu di teater Good Luck.

“Ada sekitar 4000 pengungsi dari Iraq, Afghanistan, Siria dan Afrika yang berharap bisa pindah ke Inggris dan hidup tenang tanpa ancaman. Namun, pemerintah Perancis berencana untuk merobohkan sebagian besar dari daerah ini. Saya berharap pemerintah Inggris dapat menerima anak-anak tanpa dokumen itu dengan segera,” ungkapnya yang kemudian komentarnya itu diterjemahkan dalam bahasa Arab, Farsi, Kurdish dan Pashto, mengingat keragaman warga negara yang berada di kemah pengungsian tersebut.

BACA: Jude Law Mengaku Bakal Kembali Jadi Ayah untuk Kelima Kalinya

Yang mendukung aktor 43 tahun ini juga tidak sedikit. Selebritas Inggris seperti Benedict Cumberbatch, Helena Bonham Carter, Idris Elba dan Colin Firth telah ikut menandatangani petisi dalam bentuk surat kepada Perdana Menteri Inggris yang diminta untuk segera bertindak dalam menghadapi krisis kemanusiaan itu.

“Menurut laporan, ada sekitar 96 ribu orang di Inggris yang bergabung menandatangani petisi ini. Saya ingin melihat perubahan itu dengan mata kepala saya sendiri. Isu untuk mendesak pemerintah untuk segera membantu anak-anak yang dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu haruslah menjadi topik utama,” tambah Jude lagi.

Organisasi amal yang sering membantu kampung pengungsian ini mencatat dari sekitar 4 hingga 6 ribu orang yang tinggal di situ, ada 300 anak-anak di bawah umur 18 tahun yang tinggal tanpa pengawasan orang dewasa. Pengungsi termuda di situ adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dari Siria. Sementara itu, mulai minggu ini, penghancuran perkampungan ini akan dilakukan. Mulai Selasa ini, sekitar seribu pengungsi sudah diminta oleh pemerintah Perancis untuk keluar dari tempat pengungsian mereka.

“Mereka berencana untuk menghancurrkan dua per tiga perkemahan termasuk aula berkumpul utama, pusat kumpul anak-anak, pusat kumpul ibu dan anak, teater, mesjid dan sebuah gereja. Ini adalah komunitas yang mereka bangun dan bisa menawarkan ancaman terminim bagi anak-anak tanpa pengawas dewasa. Tanpa tempat-tempat itu, entah apa yang akan terjadi pada anak-anak ini!”

Syanne/Tabloidnova.com