Tren Bedah Plastik Demi Foto Narsis Cantik di Media Sosial

By , Sabtu, 30 April 2016 | 04:00 WIB
Tren Bedah Plastik Demi Foto Narsis Cantik di Media Sosial (Nova)

Terinspirasi deretan wajah cantik yang muncul di media sosial akhirnya memicu banyak perempuan melakukan segala cara demi tampil menarik nan sempurna.

Fenomena ini akhirnya berujung pada tren pamer foto di media sosial. Selain memanfaatkan aplikasi untuk mengedit foto, tak sedikit orang yang melakukan operasi plastik demi menyempurnakan penampilannya.

Peningkatan permintaan operasi plastik tersebut juga dirasakan oleh dr.Danu Mahandaru, Sp.BP-RE. Dokter spesialis bedah plastik dari RS.Pondok Indah Jakarta ini mengatakan, saat ini orang tak takut lagi melakukan tindakan estetik untuk penampilannya.

Baca: Perbedaan Perubahan Bagian Wajah 7 Perempuan Pasca Suntik Filler

"Ada pasien saya yang sampai mengalokasikan dana khusus untuk operasi plastik, bahkan ada juga yang menggadaikan motornya," kata dr.Danu.

Tindakan bedah plastik yang banyak diminati antara lain memancungkan hidung, menarik wajah yang mulai berkerut, membesarkan payudara, hingga menghilangkan garis kerutan.

Baca: Berapa Juta Harga Perawatan Suntik Filler di Wajah?

Meski hampir semua kekurangan penampilan saat ini bisa dikoreksi, namun menurut dr.Danu tak semua permintaan pasien bisa dipenuhi.

"Banyak juga yang permintaannya enggak realistik, misalnya ingin kaya artis tertentu, atau ingin hidungnya mancung banget padahal batang hidungnya pendek. Hal yang seperti ini kalau dipaksakan hasilnya tak akan bagus," ujarnya.

Keterbukaan informasi menurut dia juga berpengaruh pada tren bedah plastik. "Dulu memang bedah plastik ditakuti, ini karena banyak prosedur dilakukan dokter yang tidak punya kompetensi melakukan bedah plastik. Selain hasilnya kurang bagus, bisa juga menyebabkan komplikasi dan infeksi," katanya.

Oleh karena itu, berhati-hatilah memilih dokter bedah plastik. "Jangan pilih dokter umum yang hanya ikut kursus estetika saja. Pasien bisa mengecek sertifikasi dan kompetensi dokter di situs www.perapisurgeon.org," katanya.

Baca: Jangan Sembarangan, Begini Tahapan Prosedur Suntik Filler yang Benar!

Jika takut dengan pisau bedah, saat ini juga tersedia prosedur nonbedah, seperti injeksi "filler" untuk mengisi bagian tubuh yang volumenya berkurang atau pun transfer lemak.

Metode transfer lemak bisa dipakai untuk mengusir lemak yang mulai menggelambir, sekaligus mengisi area tubuh yang mulai kendur dengan lemak tersebut.

Baca: Hindari 7 Hal Berikut Pasca Injeksi Dermal Filler

"Transfer lemak bisa dikombinasikan dengan liposuction. Nantinya lemak yang dipakai adalah lemak di bawah kulit yang hidup sehingga bisa menempel dengan baik, hasilnya juga lebih permanen," ujarnya.

Meski teknologi sudah semakin canggih, menurut dr.Daru sebaiknya kita tidak menetapkan ekspektasi terlalu tinggi. "Kalau dari hasil diskusi keinginan kita tidak bisa diwujudkan oleh dokter, lebih baik tunda tindakannya," sarannya.

Lusia Kus Anna/KompasHealth