Serbuan Protes Untuk Festival Seni Makan Mayit

By nova.id, Selasa, 28 Februari 2017 | 05:45 WIB
Festival seni yang digagas oleh Natasha Tontey menimbulkan protes keras dari netizen (nova.id)

Netizen digegerkan oleh sebuah festival seni yang mengusung tema horor yakni #makanmayit oleh seniman bernama Natasha Gabriella Tontey.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (25/02/2017) tersebut mulai mendapat perhatian netizen sesaat setelah beberapa publik figur ikut menggunggahnya dalam akun media sosial instagaram. Bukan banjir pujian karena festivalnya yang anti mainstream, seniman ini malah menuai kritikan. Tak hanya namanya yang bikin merinding, menu-menu yang dihidangkan juga horor banget.

Beberapa menu tersebut di antaranya puding yang berbentuk menyerupai janin dan otak bayi. Selain itu, wadah piring terbuat dari boneka bayi, lengkap dengan warna merah layaknya darah segar. Banyak netizen terutama pengguna twitter mengkritik proyek seni Natasha. Mereka beranggapan bahwa proyek ini setara dengan proyek kanibalisme.

Skrng ada #makanmayit sensitif sih kalo nyangkut sama anak kecil atau bayi, saya emang kurang paham soal seni terlebih lagi seni semacam ini," ujarnya pemilik akun @A_nn3

"Entah ini lebay atau bukan tiap bayangin foto-foto #MakanMayit gua pengen rasanya enek dan pengen muntah. Dan foto-fotonya kebayang terus :|," lanjut pengguna twitter @adawiyahriwan.

Selain menu makanannya yang dianggap sensitif karena berkaitan dengan ibu dan bayi, dalam praktiknya bahan yang digunakan juga mengandung Air Susu Ibu (ASI). Sebelumnya, pada akun Instagram pribadinya, @roodkapje, menyebutkan ASI yang digunakan ia dapatkan dari institusi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Namun hal tersebut dibantah keras oleh pihak AIMI pada akun resmi Instagramnya, @aimijogja.

Menanggapi hal tersebut, akhirnya pada akun instagram pribadi Natasha, @roodkapje memberikan klarifikasi dengan mengunggah sebuah foto pada Senin (2/27/2017).

Ia menuliskan, "Saya, Natasha Gabriella Tontey atas nama Little Shop of Horrors Footurama, yang merasa tersinggung oleh karya saya, karya ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung pihak-pihak tertentu.

Melalui postingan ini pun, "saya memohon maaf sebesar besarnya kepada @aimijogja atas penyebutan nama institusi AIMI Jogja, dan perlu saya tekankan kembali, kami tidak ada hubungannya dan tidak mendapat/meminta ASI dari AIMI manapun, serta pihak AIMI tidak ada hubungannya dengan event ini sama sekali. Saya memohon maaf karena kemarin telah dengan lalai menyebutkan bahwa kami mendapat ASI dari AIMI tanpa saya tahu institusi tersebut ada dan berbadan hukum. Ini murni kelalaian dan ketidaktahuan saya. Saya berjanji tidak akan melakukan hal yang serupa di kemudian hari,".

 

Lolita Valda Claudia/TribunWow