Jika ternyata ada perubahan sertai dengan alasan yang mudah dipahami.
Akan jauh lebih mudah bagi si Kecil untuk memahami aturan, konsekuensi, dan imbalan, jika kedua orangtua mencontohkannya secara konsisten.
(Baca juga : Orangtua, Anak yang Hobi Main Gadget Lebih Mudah Tertular Kutu! Waspada ya... )
3. Kritisi
Jika membolehkan atau melarang, apa efeknya pada si Kecil?
Bagaimana jika kita menempatkan diri sebagai anak?
Jangan sungkan juga meminta maaf pada si Kecil jika ternyata hasil keputusan kita sebagai orangtua keliru.
Dengan adanya refleksi diri seperti ini, tentu saja suami-istri akan semakin bijak untuk menyepakati peraturan dalam keluarga.
(Baca juga : Orangtua Perlu Lakukan Ini Demi Hindari Anak Jadi Pelaku Bully di Kemudian Hari)
4. Sepakati
Sebagai pribadi, apakah kita ingin menjadi sosok yang disegani atau ditakuti oleh si kecil?
Yang penting dalam hal ini, lanjutnya, bukanlah soal persamaan atau perbedaan.
Sebab, ayah dan ibu, bagaimanapun adalah dua orang yang berbeda sehingga meskipun pola asuhnya sama namun dalam penerapannya tak jarang akan berbeda juga.