Justru di situasi ini kita menjadi ‘penjahat’ bagi masa depan si Kecil. Mengapa?
Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi pembangkang yang tidak punya rasa hormat dan yang menganggap remeh peraturan, padahal semakin dewasa hidup kita dikelilingi oleh banyak peraturan.
3. Depresi dan cemas karena sering melihat konflik.
Serta merasa bersalah karena menyebabkan Mam dan Dad bertengkar.
Ingin tahu bagaimana cara mudah mengenalkan si Kecil pada aktivitas dan kegiatan sederhana?
Bisa dengan menggunakan Self Smart Activities di Parenting Club.
(Baca juga : Ini 4 Cara Mengatakan "Tidak" pada Anak)
4. Berpihak pada salah satu orangtua yang mendukung keinginannya.
Efeknya tentu saja hubungan anak dan Mam atau Dad bisa terganggu.
5. Rasa empati menurun karena sering melihat konflik ketimbang kasih sayang.
6. Kelak bisa menganggap pernikahan bukanlah hubungan yang ideal dan rasa tak ingin memiliki anak di kemudian hari.
Atau ia akan mengulangi hal yang sama ketika menjadi orangtua.
7. Di sisi lain, positifnya perbedaan ini asalkan tak jadi konflik mencolok bisa juga memberi si Kecil pandangan lebih luas.