Pada setengah masa terakhir Ramadhan, tubuh sudah sepenuhnya teradaptasi dengan proses puasa.
Usus besar, hati, ginjal, dan juga kulit menjalani periode detoksifikasi atau penetralan racun di dalam tubuh.
"Bagi kesehatan, pada tahap ini, organ tubuh seharusnya sudah berfungsi pada kapasitas maksimum. Ingatan dan konsentrasi Anda mungkin meningkat dan Anda juga mungkin memiliki tenaga lebih banyak," jelas Dr Mahroof.
" Tubuh Anda tidak lagi berpaling pada protein untuk energi. Hal tersebut terjadi ketika berada dalam 'kelaparan' dan menggunakan otot untuk tenaga, yang terjadi pada puasa panjang yang berkelanjutan selama sejumlah hari dan minggu."
"Karena puasa pada bulan Ramadhan berlangsung dari subuh hingga maghrib, cukup menjadi kesempatan untuk mengisi kembali tubuh kita dengan makanan dan cairan penghasil tenaga."
Jadi apakah puasa baik buat tubuh kita? Ya, kata Dr Mahroof, namun dengan satu kondisi.
"Puasa bagus buat kesehatan kita karena membantu kita untuk memusatkan perhatian pada apa dan kapan kita makan. Masa puasa satu bulan mungkin baik namun tidak disarankan untuk berkelanjutan."
Baca juga:
"Puasa yang berkelanjutan bukan cara yang baik untuk pengurangan berat pada masa panjang karena pada akhirnya tubuh Anda akan berhenti untuk mengubah lemak menjadi tenaga sehingga beralih ke otot.
Ini tidak sehat dan berarti tubuh Anda berada dalam 'keadaan kelaparan," tambah Dr Mahroof.
Di luar bulan Ramadhan, dia menyarankan episode puasa atau model 5:2 diet (puasa Senin-Kamis) akan lebih sehat daripada puasa selama beberapa bulan secara terus menerus.
"Puasa saat Ramadhan, yang dilakukan dengan benar, akan memungkin Anda untuk mengisi kembali pasokan energi setiap hari, yang berarti Anda bisa mengurangi berat badan tanpa membakar selaput otot yang berharga."
Resa Eka Ayu Sartika