Sering Melakukan Perjalanan Udara Picu Kanker, Benarkah Demikian?

By Nuzulia Rega, Rabu, 27 Juni 2018 | 12:00 WIB
Perjalanan Udara Bisa Picu Kanker? (​ www.travelandleisure.com )

Saat itu, lebih dari 5 ribu pramugari berpartisipasi dalam penelitian ini.

Sekitar 15 persen dari mereka melaporkan pernah didiagnosis menderita kanker.

"Konsisten dengan penelitian sebelumnya, kami melaporkan prevalensi kanker payudara, melanoma dan non-melanoma yang lebih relatif tinggi terjadi pada awak pesawat dari pada populasi umum," kata dokter Irina Mordukhovich.

(Baca juga: Lucu dan Menggemaskan, Seperti Ini Kedekatan Dua Anak Titi Kamal)

Menurut penelitian, risiko ini terjadi karena adanya paparan karsinogen yang mungkin termasuk radiasi pengion kosmik, gangguan irama sirkadian, dan kemungkinan kontaminan kimia di kabin pesawat.

Penelitian ini juga menyebutkan jika para pramugari yang menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun menjadi awak pesawat akan mengalami peningkatan risiko kanker kulit non-melanoma dan kanker payudara.

Sebelum merokok dilarang di pesawat, menurut data pada tahun 1998 tingkat kanker kulit melanoma lebih tinggi terjadi dibanding setelah adanya larangan merokok selama penerbangan.

(Baca juga: Ajaib, Perempuan Ini Selamat Setelah 6 Jam Menjadi Patung Es)

Para peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat digunakan untuk meminimalkan paparan yang merugikan selama penerbangan agar meminimalisir terjadinya kanker yang terjadi pada awak kabin. (*)