Cerita Velove Vexia Ajak Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan

By Jeanett Verica, Kamis, 29 November 2018 | 12:11 WIB
Velove Vexia Ajak Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan (Instagram @vaelovexia)

Dia juga menyadari, banyak remaja perempuan yang memikirkan penampilannya hanya supaya dilihat orang, supaya dibilang menarik oleh laki-laki.

“Di situlah pertama kali saya tertarik tentang isu-isu perempuan. Kekerasan terhadap perempuan sendiri bisa dialami sama siapa saja. Enggak peduli latar belakangnya seperti apa, nationality, pekerjaan, status ekonomi. Seperti kata Ibu Lily (Lily Puspasari, red.), 1 dari 3 perempuan pasti pernah mengalami kekerasan,” ungkap Velove.

Ketertarikan Velove terhadap isu-isu kekerasan terhadap perempuan pun mendorongnya menulis buku.

Baca Juga : Mengusung Tema Cultural Diversity, FASHIONality 2018 Resmi Dibuka

“Saya pikir, bisa memengaruhi satu orang saja sudah cukup, enggak muluk-muluk. Akhirnya saya tulis buku, bagaimana dari sisi saya dan juga mengetahui apa yang dimaksud dengan kekerasan. Terkait personal boundaries, ini tidak boleh, itu boleh,” kisahnya.

Dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang berlangsung sejak 25 November 2018 hingga 10 Desember 2018, Velove Vexia pun menjadi salah satu selebriti yang ikut mengkampanyekan gerakan #HearMeToo.

Dalam gerakan ini, Velove Vexia ingin mengajak perempuan untuk aktif menyuarakan dan memerangi kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga : Ternyata 3 Bagian Wajah Ini Jadi Favorit Perempuan Lakukan Counturing

“Kita semua harus bersuara, tidak perlu menunggu kita jadi korban. Dulu kita takut, ngumpet. Tapi semakin banyak yang bersuara, korban-korban ini pun bisa memiliki kekuatan tenaga baru.

Kita bisa menginspirasi (menyadarkan) mereka bahwa mereka korban juga. (Kekerasan terhadap perempuan) Akan merusak generasi berikutnya juga.

Karena anak-anak bisa melihat ini sebagai sesuatu yang wajar,” tukas Velove Vexia. (*)