NOVA.id - Beberapa waktu yang lalu Ashanty memberikan klarifikasi terkait gugatan yang membelitnya hingga mencapai 9,4 miliar rupiah.
Gugatan tersebut dilayangkan rekan bisnis kosmetiknya yang bernama Martin Pratiwi.
Dalam keterangannya, istri dari Anang Hermansyah tersebut sempat heran dan kaget kenapa dia bisa mendapatkan gugatan tersebut.
Baca Juga: Peninjauan Kembali Kasusnya Ditolak MA, Baiq Nuril Tulis Surat Tagih Janji Presiden
Pasalnya baik dia dan Martin Pratiwi sama-sama mendapatkan keuntungan yang besar dari bisnis yang dijalaninya.
Menjawab pertanyaan tersebut, pihak penggugat yaitu Martin Pratiwi pun melakukan jumpa pers pada Jumat (05/07).
"Yah kan untung sudah, cuma keuntungan ini masih ada keuntungan ya engga tahu di mana uangnya, tapi itu katanya buat bayar pajak," ujar Martin Pratiwi didampingi sang suami, Agus Pujiono.
"Kan berarti yang berhak membayar pajak perusahaan saya sebagai ibaratnya tunggangannya itu kan pas kita kerjasama itu belum selesai," lanjutnya.
Martin menuntut bukti pembayaran yang jelas dari bisnis yang dijalaninya selama ini bersama Ashanty.
"Yah kita pengen buktikan aja kalau bener udah dibayarkan lewat mana," ungkap Martin Pratiwi.
"Mungkin ini kan dia yang punya perusahaan, semua faktur dari pabrik udah masuk, pajak juga dipotong oleh PT.
"Tapi ngaku sudah dibayarkan mana buktinya, itu aja. Apa belum dibayar masih di-keep dan sebagainya," jelasnya.
Dikutip dari Kompas.com, Martin Pratiwi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan somasi sebanyak 2 kali terhadap Ashanty.
Baca Juga: Hidup di Turki dan Kini Pulang ke Indonesia Tanpa Suami, Begini Kabar Siti KDI Sekarang
Namun tak ada tanggapan dari Ashanty, sehingga ia memutuskan untuk melayangkan gugatan.
Pada Mei 2017, kata Pratiwi, ia sudah melayangkan somasi pertama, namun tak ada respon.
Lalu, Pratiwi kembali memberikan pesan kepada Ashanty pada September 2018.
Tetapi tak ada tanggapan dari pihak Ashanty.
Baca Juga: Impian Meghan Markle Hancur Saat Kelahiran Putra Pertamanya, Kenapa?
"Kami juga sudah hubungi managernya, artinya beliau tahu lewat managernya," ujar Martin Pratiwi. (*)