Bahagia Berujung Petaka! Nekat Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi Corona, Satu per Satu Tamu Undangan Positif Covid-19, Ada yang Sampai Meninggal

By Nadia Fairuz Ikbar, Minggu, 21 Juni 2020 | 17:47 WIB
Bahagia Berujung Petaka! Nekat Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi Corona, Satu per Satu Tamu Undangan Positif COVID-19, Ada yang Sampai Meninggal (Kompas.com)

NOVA.id - Virus corona hingga detik ini masih menjadi momok yang mengerikan bagi seluruh dunia.

Termasuk juga di Tanah Air kita, Indonesia.

Meski Indonesia merupakan negara dengan infeksi virus corona tertinggi se-Asia Tenggara, agaknya fakta tersebut tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga: Tak Bisa Bekerja Lantaran Pandemi Corona, Suami Iis Dahlia Kepergok sang Anak Sedang Belajar Bikin Video Endorse, Sang Biduan: Kasihan Dia...

Nyatanya, tidak sedikit orang Indonesia yang masih mengabaikan virus yang mematikan ini.

Dikutip dari Kompas.com, warga Kota Semarang, Jawa Tengah nekat menggelar pesta pernikahan dengan melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Akibatnya, pesta pernikahan tersebut justru berakhir duka setelah satu per satu kerabat sakit hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Angin Segar di Tengah Pandemi Corona untuk Para Mahasiswa Indonesia, Mendikbud Nadiem Makarim Ambil Keputusan Ringankan Biaya Kuliah

Berdasarkan keterangan Pemkot Semarang, banyak di antara mereka yang rupanya terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan tracing.

Berawal pesta pernikahan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengemukakan, peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Juni 2020.

Ada warga Semarang yang menggelar pernikahan. Namun, tutur Hendi, pernikahan itu dilakukan tak sesuai prosedur seharusnya di tengah pandemi.

Baca Juga: Bercerita Soal Perjuangan Seorang Dokter di Masa Pandemi Corona, Laura Basuki Sebut Syuting Mini Seri Sementara Selamanya adalah Hari Paling Membahagiakan di 2020

"Kejadian empat hari yang lalu ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang," kata dia, Sabtu (20/06).

(Ilustrasi) virus corona (iStockphoto)

Satu per satu meninggal

Acara pernikahan yang seharusnya berakhir bahagia justru menjadi duka.

Sebab setelah pesta pernikahan itu, satu per satu keluarga sakit, kritis hingga ada yang meninggal dunia.

Baca Juga: Taman Impian Jaya Ancol Kembali Dibuka, Ini Daftar Harga Tiket Terbarunya

"Tersiar kabar ibu salah seorang pengantin meninggal dunia. Kemudian menyusul ayahnya sakit kritis positif Covid-19," tutur dia.

Tak berhenti sampai di situ, kasus keluarga yang meninggal masih berlanjut hingga pemerintah melakukan tracing.

"Terus anak atau adiknya yang pengantin juga meninggal. Lalu kita tracing," ujar dia.

Baca Juga: Buka Kembali, Taman Margasatwa Ragunan Terapkan Protokol Kesehatan pada Pembukaan Fase Pertama

Dari hasil tracing, rupanya takmir masjid pelaksanaan acara pernikahan tertular Covid-19.

Sumbang lonjakan kasus positif

Hendi mengatakan, awalnya dari pesta pernikahan itu ditemukan lima orang positif Covid-19.

Setelah tracing diperluas, masih banyak yang terinfeksi.

Baca Juga: Rayakan Kesembuh Sang Adik dari Virus Corona dengan Kumpul Bersama Sambil Tumpengan, Via Vallen Kena Sindir Netizen

"Dari sembilan orang ada lima orang yang tertular positif Covid-19. Tracing lagi ke keluarganya banyak yang positif," jelasnya.

Hendi membenarkan, pesta pernikahan ini menyumbang lonjakan kasus positif Covid-19 di Semarang.

Ia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan agar kejadian serupa tak terulang.

Baca Juga: Dampak Pandemi Corona, Ashanty Ungkap Kondisi Penyakit Autoimunya Setelah 3 Bulan Tak Bisa Kontrol ke Singapura, Hingga Dihantui Ketakutan Tak Berumur Panjang

Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.

Yuk, langsung langganan bebas repot di Grid Store.(*)